Hal tersebut terlihat dari komposisi musisi yang tampil dalam Preanger Edition.
The Changcuters, Teenage Death Star, UTBBYS dan Pure Saturday membawa karakter rock yang berbeda. Sementara Mocca dan La Luna menghadirkan warna pop yang lekat dengan perjalanan generasi 2000-an.
The Milo yang dikenal sebagai salah satu pionir shoegaze Bandung turut membawa karakter musiknya. Kemudian The Panturas hadir dengan warna surf rock yang lebih kontemporer, sedangkan Bottlesmoker dan White Chorus mewakili eksplorasi musik elektronik.
Baca Juga:AMazing Build Fest Hadir di Bandung, PT AMBPI Perkuat Komunikasi dan Edukasi PelangganTeras Suara Simbadda Hadir di Bandung, Saat Speaker Tak Sekadar Jadi Pelengkap Hiburan
Sarasvati menghadirkan sentuhan personal dan emosional, sementara kehadiran Doel Sumbang sebagai special performance membawa audiens kembali pada akar budaya pop folk Sunda.
Tidak hanya musik, unsur budaya populer juga menjadi bagian dari pengalaman. Ardan Nightmare Side turut hadir sebagai special performance melalui program radio yang pernah menjadi bagian dari keseharian anak muda Bandung pada era 2000-an.
Rijal menjelaskan, keberagaman tersebut memang sengaja dibangun karena soundtrack perjalanan satu generasi tidak pernah hanya berasal dari satu genre.
“Kalau melihat perjalanan satu generasi, soundtrack-nya tentu tidak hanya satu genre. Ada musik yang kita dengarkan ketika masih sekolah, ada yang kita temukan saat kuliah, bekerja, jatuh cinta, atau ketika mulai menjalani kehidupan yang berbeda. Karena itu, kami tidak ingin membuat pengalaman yang hanya berbicara tentang satu era atau satu jenis musik. Kami ingin merayakan keberagaman soundtrack yang membentuk perjalanan tersebut,” jelas Rijal.
Dengan konsep tersebut, panggung Timeless Project Live tidak hanya menjadi tempat pertunjukan. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang bagi audiens untuk kembali bertemu dengan lagu dan musisi yang pernah mengisi berbagai fase kehidupan mereka.
Empat Fase Pengalaman, dari Remember hingga Recharge
Menariknya, pengalaman yang ditawarkan Timeless Project Live tidak berhenti ketika musisi mulai naik ke atas panggung.
Audiens diajak melewati empat fase, yakni remember, relive, celebrate, dan recharge.
Baca Juga:Fortune Indonesia 100 Tahun 2026 Apresiasi bank bjb, Inovasi Jadi Penggerak PertumbuhanRayakan Anniversary ke-17, IMHK Perkuat Semangat Kekeluargaan dan Solidaritas Bikers Honda Karawang
Pada fase remember, pengunjung dibawa kembali ke atmosfer era 2000-an melalui berbagai instalasi visual, elemen budaya populer, photo spot, hingga landmark tematik.
