Kecintaan Fahar terhadap basket sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Bahkan, perjalanan basketnya sempat dimulai ketika ia tinggal di Yogyakarta dan mengikuti latihan di DBL Academy Yogyakarta.
“Jadi waktu aku masih SD itu aku memang lagi di Yogyakarta. Nah, itu orang tua aku ndaftarin aku buat latihan di DBL Academy. Waktu SMA baru pindah ke Bandung dan orang tua tetap dukung aku banget sih di basket,” terangnya.
Dukungan tersebut terus diberikan ketika Fahar melanjutkan pendidikan di Bandung. Menariknya, kedua orang tuanya tidak pernah memaksanya untuk meraih prestasi tertentu melalui basket. Salah satu bentuk dukungan itu terlihat ketika Fahar mendapat kesempatan mengikuti DBL Camp melalui jalur DBL Play Vote. Kepercayaan dari orang tuanya menjadi tambahan motivasi bagi Fahar untuk terus berkembang.
Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic
“Aku mau bilang terima kasih banget buat orang tua aku yang sudah selalu percaya sama aku dan mendukung aku banget di basket. Aku nggak mau bikin kecewa mereka dan akan aku balas dengan prestasi,” tandasnya.
Kini, kesempatan terakhir Fahar bersama Delapan masih terus berjalan. Tim putra SMAN 8 Bandung telah memastikan tiket ke babak delapan besar DBL West Java-East setelah mengalahkan SMAN 5 Bandung dengan skor 30-23. Dalam pertandingan tersebut, Fahar turut berkontribusi dengan torehan 9 poin dan 3 rebound.
Selanjutnya, Delapan akan menghadapi SMA BPK Penabur Cirebon di babak delapan besar. Laga ini menjadi bagian berikutnya dari perjuangan Fahar untuk mewujudkan target yang sudah ia bawa sejak awal musim: menutup perjalanan terakhirnya di DBL dengan prestasi bersama Delapan.
