Pastikan Pelatihan Video Editing Berjalan Sesuai Aturan, Ngatiyana: Jangan Sampai Jadi Masalah Baru

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Simbolis Memberikan Merchandise pada Peserta Pelatihan Video Editing (mong)
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Simbolis Memberikan Merchandise pada Peserta Pelatihan Video Editing (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melalui Disnaker Cimahi kembali menggelar pelatihan video editing Kota Cimahi bagi masyarakat. Namun, di balik program peningkatan keterampilan tersebut, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyoroti pentingnya pengawasan LPK agar seluruh proses pelatihan berjalan sesuai aturan.

Pelatihan dan sertifikasi yang menggandeng LPK Zein Training Club itu digelar di Cafe Airmen 25, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (16/9/2026). Dari 100 warga yang mengikuti seleksi, sebanyak 30 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan kerja Disnaker Cimahi selama 10 hari.

Ngatiyana menegaskan, pengawasan terhadap LPK di Kota Cimahi harus dilakukan secara jelas. Menurutnya, setiap tahapan pelatihan perlu berjalan sesuai ketentuan, termasuk mengikuti jadwal dan norma yang telah ditetapkan.

Baca Juga:Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 TriliunBangka Sepeda Perluas Usaha, Buka Store Kedua di Kota Bandung

Hal itu dinilai penting agar pelatihan video editing Kota Cimahi tidak justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, lembaga pelatihan diminta menjalankan program secara tertib dan bertanggung jawab.

“Pengawasan sendiri sudah jelas harus diawasi. Maka dari itu, pelaksanaan pelatihan ini jangan sampai menimbulkan sesuatu permasalahan. Tetapi dilaksanakan sesuai normatif aturan, sesuai jadwal yang sudah dibuat dan itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ngatiyana.

Selain memastikan pengawasan LPK berjalan, Ngatiyana juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin. Sebab, keterampilan yang diperoleh selama program diharapkan benar-benar bisa digunakan untuk membuka peluang kerja maupun usaha.

“Sehingga anak-anak kita ini benar-benar disiplin dan bisa melaksanakan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ilmunya untuk dia, nanti keuntungan untuk dia semua,” katanya.

Setelah menyelesaikan pelatihan kerja Kota Cimahi selama 10 hari, peserta yang berminat akan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan di Techno Park dan BITC atau Baros Information, Technology, & Creative Center.

Menurut Ngatiyana, peserta pelatihan video editing nantinya dapat mengembangkan kemampuan di bidang editing, animasi, maupun teknologi digital lainnya. Pemerintah ingin keterampilan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi bisa berkembang menjadi aktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi.

“Kita kembangkan di sana baik bagian editing, bagian animasi, bagian teknologi yang lain sehingga nanti kalau sudah bisa mendapatkan nilai ekonomi, kita tampung di BITC,” ujarnya.

0 Komentar