“Menurutku gimnya terbilang berat ya. Kita sempat kesulitan buat ngejauh waktu awal-awal itu. Tapi, aku berusaha buat ingetin ke teman-teman buat pede aja,” ceritanya.
Pepen beberapa kali memberikan arahan kepada rekan setimnya selama pertandingan. Ia menjalankan peran sebagai pemain sekaligus menjadi perpanjangan tangan coach Gian Gumilar di lapangan.
“Ya aku bantu ingetin teman-teman soal hal detail waktu defense sama offense sih. Kadang kalau mereka terlewat aku reminder lagi. Karena kan mempertahankan gelar juara itu lebih susah ketimbang meraihnya. Dan kita mau mempertahankan itu,” terangnya.
Baca Juga:Dari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBLDebut Cikal di DBL Jadi Momen Tak Terduga, Satu Keluarga Besar Hadir di Tribun
Niners memang datang sebagai juara bertahan DBL West Java. Namun, perjalanan mereka musim lalu di tingkat regional belum berakhir dengan gelar. Niners harus mengakui keunggulan SMAN 2 Bandung pada partai final.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Pepen memasang target yang lebih tinggi pada musim terakhirnya. Ia ingin menutup masa SMA dengan membawa Niners meraih gelar di Bandung.
“Aku sendiri ingin tahun ini juaranya nggak cuman di West Java aja. Tapi, kalau bisa di Bandung sekalian kita yang jadi juara,” imbuhnya.
Menariknya, Pepen tidak menjadikan peluang kembali masuk dalam radar Kopi Good Day First Team DBL West Java sebagai prioritas utama. Setelah sebelumnya mendapat kesempatan menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star 2026 dan berangkat ke Chicago, Amerika Serikat, dua bulan lalu untuk belajar sekaligus bertanding, ia kini memilih memusatkan perhatian pada perjalanan Niners.
“Fokus aku bagaimana bawa tim ini bisa juara sih, Kak. Kalau urusan berangkat ke kamp lagi itu biar Tuhan yang atur. Kalau memang itu rezekinya kan juga nggak mungkin tertukar,” tandasnya.
Pepen pun mengawali musim terakhirnya dengan kontribusi besar. Pada pertandingan pertama, Niners berhasil menundukkan Penabur Holis dengan skor 31-17.
Pemain bernomor punggung 55 itu tampil hampir sepanjang empat kuarter. Ia mencatatkan double-double lewat 12 poin dan 13 rebound. Lebih impresif lagi, seluruh empat percobaan tembakannya berhasil masuk dengan persentase 100 persen.
