Panggung AQUA DBL Dance West Java-East Cara Anak Muda Merayakan Musik Indonesia

Musik Indonesia terus bergerak mengikuti zaman
Musik Indonesia terus bergerak mengikuti zaman
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musik Indonesia terus bergerak mengikuti zaman. Dari bunyi-bunyian tradisional Nusantara, lagu-lagu yang menemani lintas generasi, hingga musik modern yang mampu menembus panggung internasional, semuanya menjadi bagian dari identitas yang terus berkembang. Semangat tersebut terasa di panggung AQUA DBL Dance 2026 West Java-East.

Sejumlah tim dance tidak sekadar menghadirkan koreografi yang enerjik, tetapi juga membawa cerita tentang bagaimana musik Indonesia tumbuh, berubah, dan tetap memiliki akar budaya.

SMA Santo Aloysius, Cahaya Bangsa Classical School (CBCS), Global Prestasi School, dan SMAN 20 Bandung hadir dengan konsep berbeda.

Baca Juga:Debut Satya Ghaysan bersama SMA Taruna Bakti Bandung di Honda DBL with Kopi Good DaySempat Ingin Berhenti, Enzo Rafael Justru Kembali Menikmati Basket

Ada yang mengangkat perjalanan seorang musisi Indonesia, kisah persatuan generasi muda, evolusi musik Nusantara, hingga nostalgia berbagai era musik tanah air.

Santo Aloysius: Mimpi Agnez Mo Menembus Dunia

SMA Santo Aloysius memilih sosok Agnez Mo sebagai inspirasi lewat konsep “Tribute to Agnez Mo”.

Penampilan mereka menggambarkan perjalanan karier Agnez Mo yang berawal dari karya-karya berbahasa Indonesia hingga mampu membawa namanya ke industri musik internasional.

Transformasi tersebut dituangkan melalui koreografi yang penuh energi. Setiap gerakan menjadi gambaran tentang proses panjang seorang musisi dalam mengejar mimpi dan memperkenalkan karya Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Bagi tim dance SMA Santo Aloysius, kisah Agnez Mo menjadi simbol bahwa mimpi besar membutuhkan dedikasi dan kerja keras.

Di saat yang sama, perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa anak muda Indonesia memiliki kesempatan untuk bersinar di panggung dunia tanpa meninggalkan identitas asalnya.

0 Komentar