Bukan Sekadar Pentas, ISBI Bandung Hidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural

Bukan Sekadar Pentas, ISBI Bandung Hidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural
Jurusan Teater ISBI Bandung Menghidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menghidupkan kembali tradisi teater interkultural melalui perhelatan bertajuk “Reenchantment of Interculturalizing Theatre Traditions” atau Menghidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural.

Perhelatan teater interkultural ISBI Bandung tersebut digelar selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung, Jalan Buah Batu Nomor 212, Kota Bandung, dengan menghadirkan pertunjukan, seminar, hingga kegiatan pengamatan seni teater.

Ketua Jurusan Teater ISBI Bandung sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Yani Maemunah, mengatakan kegiatan teater interkultural ini menjadi ruang pertemuan bagi perguruan tinggi yang memiliki program pendidikan seni teater di Indonesia serta berbagai komunitas seni yang berakar pada kebudayaan lokal.

Baca Juga:Harmoni di Atas Panggung: Kolaborasi Tak Biasa dalam Hari Teater Dunia di CimahiDobrak Batas Seni Pertunjukan, Kolaborasi FISIB Unpak–Teater Prabu Hadirkan Inovasi Teater-Opera Lewat “K’Clak

Menurut Yani, tradisi teater interkultural tersebut dibangun dengan semangat kolaborasi. Pertemuan ini menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan, praktik artistik, penelitian, sekaligus pertukaran pengalaman guna memperkuat ekosistem seni teater Indonesia yang lintas budaya.

“Melalui semangat kolaborasi, kegiatan ini beritikad mempertemukan gagasan, praktik artistik, penelitian, serta pertukaran pengalaman dalam upaya memperkuat ekosistem lintas-budaya seni teater Indonesia yang berpijak pada nilai-nilai dan kearifan budaya lokal, namun tetap responsif terhadap perkembangan zaman,” ujar Yani saat memberikan keterangan, Selasa (15/9/2026).

Kolaborasi dalam seni teater Indonesia ini juga diarahkan untuk membangun jejaring kerja sama antara lembaga pendidikan tinggi seni, komunitas, dan pelaku budaya. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong pelestarian, pengembangan, serta inovasi seni teater yang berbasis pada kearifan budaya lokal.

Yani menambahkan, teater berbasis budaya lokal juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penciptaan, dan apresiasi seni pertunjukan. Karena itu, kegiatan ini sekaligus membuka ruang dialog antara akademisi, seniman, mahasiswa, dan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkokoh identitas seni teater Indonesia dengan dasar keragaman kultural yang luar biasa, sekaligus meneguhkan peran pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan seni dan kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.

Rangkaian Tradisi Teater Interkultural ISBI Bandung diawali seminar pada 15 September 2026 pukul 09.00 WIB. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai daerah, yakni Prof. Dr. Dra. Yudiaryani, MA. dari Yogyakarta, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sn., M.Hum. dari Bandung, serta Fathul A. Husein, S.Sn., M.Sn. dari Bandung.

0 Komentar