Bukan Sekadar Pentas, ISBI Bandung Hidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural

Bukan Sekadar Pentas, ISBI Bandung Hidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural
Jurusan Teater ISBI Bandung Menghidupkan Kembali Tradisi Teater Interkultural. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Selain itu, hadir pula Yusef Muldiyana dari Bandung, Erwin Sirajuddin, S.Sn., M.Sn. dari Makassar, Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., M.Sn. dari Padang, serta Tirta Nugraha Pratama, S.Sn. dari Banten. Kehadiran para pembicara tersebut memperkuat dialog teater interkultural yang mempertemukan perspektif akademik, artistik, dan kebudayaan.

Sementara itu, pertunjukan teater ISBI Bandung yang digelar pada 15 hingga 17 September 2026 mulai pukul 19.30 WIB menghadirkan sejumlah karya dari berbagai daerah dan kelompok seni.

Pertunjukan tersebut di antaranya Desertasi Hutan: Bab Deporestasi Dewi Sri dari Prodi Seni Teater ISI Yogyakarta, karya sekaligus arahan Rano Sumarno; Pabrik Begal dari Laskar Panggung Bandung, karya dan sutradara Yusef Muldiyana; serta Puti Bungsu Lirik dari ISI Padang Panjang, karya Pandu Birowo dan sutradara Wendy HS.

Baca Juga:Harmoni di Atas Panggung: Kolaborasi Tak Biasa dalam Hari Teater Dunia di CimahiDobrak Batas Seni Pertunjukan, Kolaborasi FISIB Unpak–Teater Prabu Hadirkan Inovasi Teater-Opera Lewat “K’Clak

Selanjutnya, penonton juga disuguhkan Teater Film dari ISBI Sulawesi Selatan, karya dan sutradara Erwin Sirajuddin, serta Oemoen dengan Sepoetjoek Soeratnja dari Wayang Nganjor Indonesia, Pandeglang, Banten.

Melalui rangkaian pertunjukan teater interkultural tersebut, ISBI Bandung tidak hanya menghadirkan pementasan seni, tetapi juga mempertemukan beragam tradisi, gagasan, dan praktik artistik dari berbagai daerah di Indonesia.

0 Komentar