Sejak saat itu, namanya semakin dikenal masyarakat Jawa Barat. Suaranya kerap terdengar dalam berbagai kegiatan yang dihadiri Dedi Mulyadi, termasuk agenda Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di berbagai daerah, termasuk saat di Kampung halamannya, Kabupat3n Tasikmalaya.
Emka 9 sendiri merupakan grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi jauh sebelum dirinya menjadi Gubernur Jawa Barat. Grup tersebut kemudian kerap tampil dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan pertemuan dengan masyarakat.
Kanaya dikenal piawai membawakan lagu-lagu bernuansa Sunda karya Dedi Mulyadi. Sejumlah lagu seperti Kaasih Indung, Lungse, Lampah, Rubuh hingga Rindu Purnama menjadi bagian dari perjalanan bermusiknya bersama Emka 9.
Baca Juga:Tasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di SeragamAPBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur Publik
Kini, sosok yang selama bertahun-tahun mengisi panggung-panggung Emka 9 itu telah pergi.
Namun, suaranya masih tersimpan dalam rekaman, video, dan ingatan masyarakat yang pernah menyaksikan penampilannya.
Dari Bandung, Kanaya berpulang ke tanah kelahirannya di Jawa Barat. Dan di Cisayong, Tasikmalaya, perjalanan hidup sang vokalis Emka 9 itu akhirnya ditutup dalam suasana duka. (Hen)
