Tel-U Buka Fakultas Kedokteran Berbasis AI, LLDIKTI Apresiasi Perjuangan 12 Tahun

Kedokteran AI
Telkom University (Tel-U) resmi membuka Fakultas Kedokteran berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus menggelar Main Event IMPACT-EDU 2026 di Gedung Damar, kampus Telkom University, Bandung, Rabu (9/9/2026). 
0 Komentar

BANDUNG – Telkom University (Tel-U) resmi membuka Fakultas Kedokteran berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus menggelar Main Event IMPACT-EDU 2026 bertajuk “Sustainable Impact in Teaching and Learning through Pentahelix Collaboration” di Gedung Damar, kampus Telkom University, Bandung.

Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian IMPACT-EDU 2026 ini dimulai sejak Pre-Event Webinar Internasional 10 Juni lalu dan menjadi momentum penting bagi transformasi pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengapresiasi perjuangan Tel-U yang lebih dari 12 tahun mempersiapkan pembukaan prodi kedokteran. “Alhamdulillah Telkom University keunggulannya berbasis AI. AI didorong untuk memudahkan dokter dan implementasi di bidang kesehatan, ditunjang riset berbasis AI,” ujarnya.

Baca Juga:Wuling Aira EV Bawa Semangat ‘Fun Everyday, For Everyone’ ke GIIAS Bandung 2026BINUS @Bandung Luncurkan Program AI untuk Perkuat Talenta Muda

Ia menjelaskan IMPACT-EDU merupakan kolaborasi Tel-U bersama konsorsium perguruan tinggi untuk mendorong kampus di Jawa Barat dan Banten memiliki dampak nyata. “Di tengah gempuran AI, kita harus adib dan bijak. Jangan hanya jadi pengguna, tapi juga pencipta pengembangan AI, sekaligus menjaga etika agar bertanggung jawab,” tegas Lukman.

Menurut data LLDIKTI, Jawa Barat dan Banten baru memiliki 14 perguruan tinggi dengan program kedokteran, sementara kebutuhan dokter masih kurang sekitar 8.000 orang. Dengan kapasitas terbatas, pemenuhan membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun. Saat ini lima kampus lain sedang mempersiapkan prodi serupa, namun prosesnya sulit dan mahal.

“Harus ada minimal 26 dosen dan 11 laboratorium. Celah masih ada, tapi kesulitannya di SDM dan sarana-prasarana. Gedung tidak mungkin disulap. Moratorium baru dibuka empat tahun terakhir, dan baru kali ini Tel-U lolos,” jelasnya.

Kendala utama terletak pada dosen biomedik, karena banyak dokter lebih memilih jalur spesialis daripada menjadi pendidik. Acara dibuka dengan sambutan Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., dilanjutkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, serta pembukaan resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Keynote speaker hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dan Prof. Dr. Stephen Cairns dari Monash University. Salah satu momen penting adalah peluncuran Tel-U X, platform pembelajaran fleksibel, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Jasa Raharja dan penyerahan SK Konsorsium AI serta SK Fakultas Kedokteran.

0 Komentar