Rektor Suyanto menekankan pembukaan Fakultas Kedokteran menandai Tel-U sebagai universitas yang bersifat universal. “Branding yang sebelumnya fokus telekomunikasi kini diperluas ke kedokteran dan sosial humaniora. Izin operasional terbit 31 Agustus 2026,” katanya.
Seleksi mahasiswa tidak hanya mengandalkan skor akademik, tetapi juga resiliensi karena menyangkut keselamatan manusia. Fokus utama adalah predictive and precision medicine dengan konsep Safe AI (Secure, Sustainable, Accurate, Accountable, Fair, Fast, Explainable, Ethical Artificial Intelligence). “Predictive lebih ke pencegahan, precision ke pengobatan personal yang tepat sesuai karakteristik individu,” jelasnya.
Tel-U telah merekrut 26 dosen dokter dari lebih dari 100 pelamar melalui seleksi ketat, termasuk tes kesehatan mental. Kuota mahasiswa maksimal 50 orang, dengan seleksi hingga 11 September 2026 dan kemungkinan perpanjangan.
Baca Juga:Wuling Aira EV Bawa Semangat ‘Fun Everyday, For Everyone’ ke GIIAS Bandung 2026BINUS @Bandung Luncurkan Program AI untuk Perkuat Talenta Muda
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., menegaskan pentingnya kualitas dan penempatan lulusan. “Kita tidak ingin hanya meluluskan dokter tanpa kejelasan penempatan. SDM, sarana-prasarana, dan proses pembelajaran harus kuat. Mendidik dokter memerlukan lingkungan yang sangat solid,” ujarnya.
Pendekatan Pentahelix dinilai sangat relevan karena pendidikan dokter membutuhkan ekosistem academic health system yang melibatkan pemerintah, rumah sakit pendidikan, serta kementerian terkait. “Kontribusi lulusan bagi pelayanan kesehatan di Jawa Barat harus didefinisikan sejak awal dalam kurikulum, termasuk integrasi masalah kesehatan lokal dan community engagement,” tegasnya.
Mengenai akses, Ardi mengakui minat tinggi, namun tantangan justru menjaring mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Beasiswa KIP Kuliah tersedia, namun imajinasi biaya mahal membuat banyak yang tidak berani mendaftar. “Dari 17 kursi beasiswa di luar Tel-U, baru terisi sembilan. Tel-U sudah komitmen mengirimkan 10 terbaik. Silakan datang, biaya ditanggung pemerintah,” ajaknya.
Seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten juga berkomitmen menyediakan beasiswa serupa. IMPACT-EDU 2026 melibatkan lima unsur pentahelix: akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media, dengan dukungan mitra seperti Microsoft, AWS, Alibaba, dan Kaspersky, serta pemerintah daerah Jawa Barat. Sesi siang menampilkan kompetisi inovasi berbasis AI dan project-based learning di Gedung TULT, yang ditutup dengan penganugerahan penghargaan. (bbs)
