Karena itu, bagi Cecep-Asep, menyelesaikan SOR Kaliki bukan sekadar mengejar rampungnya konstruksi. Lebih jauh, pemerintah ingin memastikan investasi anggaran yang sudah dikeluarkan sejak bertahun-tahun lalu akhirnya memiliki asas manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Cecep menekankan, orientasi pembangunan pemerintah berbeda dengan investasi swasta. Jika investor swasta mengejar keuntungan finansial dan menghitung titik impas atau break-even point (BEP), pemerintah harus memastikan setiap rupiah anggaran bermuara pada pelayanan dan manfaat publik.
“Kalau pemerintah membangun itu maka uang yang digunakan untuk membangun itu harus bermuara pada kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Baca Juga:Diharapkan mampu Tuntaskan Lahan Petani, Tani Merdeka Apresiasi Langkah DPR Setujui RUU Reforma AgrariaPGN Solution dan Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut
Rencana melanjutkan SOR Kaliki juga sejalan dengan wacana Pemkab Tasikmalaya mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan olahraga yang lebih representatif.
Pemkab Tasikmalaya sebelumnya mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk menuntaskan pengembangan SOR Mangunreja. Dari kajian teknis, kebutuhan pekerjaan lanjutan yang telah dihitung mencapai sekitar Rp274,08 miliar termasuk PPN.
Pekerjaan yang masih harus diselesaikan antara lain struktur tribun, pekerjaan arsitektur, mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), penyempurnaan lapangan sepak bola dan lintasan atletik serta sejumlah sarana penunjang lainnya.
Pemkab juga telah mendorong dukungan pemerintah pusat untuk membantu penyelesaian fasilitas tersebut. Peninjauan kondisi SOR Mangunreja oleh perwakilan pemerintah pusat pada Agustus 2026 menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang dukungan pembiayaan.
Di sisi lain, KONI Kabupaten Tasikmalaya sebelumnya mendorong agar pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan bagian-bagian yang sudah tersedia, terutama tribun, lapangan dan rumput, sehingga fasilitas tersebut bisa lebih cepat dimanfaatkan.
Bagi pemerintahan Cecep-Asep, keberlanjutan SOR Kaliki bukan sekadar persoalan meneruskan proyek lama. Ada tanggung jawab untuk memastikan pembangunan yang sudah menyerap puluhan miliar rupiah tersebut tidak kembali menjadi proyek tanpa ujung.
Cecep ingin warisan pembangunan yang masih memiliki manfaat tidak berhenti hanya karena berganti kepemimpinan. SOR Kaliki pun kini kembali diarahkan untuk diselesaikan, dihidupkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. (Hen)
