“Alhamdulillah, kita sangat berterima kasih kepada Pak Presiden. Bantuan ini tentu tidak terlepas dari ikhtiar dan komunikasi yang baik yang dilakukan Pak Wabup selama ini,” kata Cecep.
Menurutnya, antusiasme para penerima terlihat jelas saat penyerahan dan uji coba berlangsung.
“Kita bisa lihat ekspektasi dan antusiasme dari para penerima manfaat yang tampak bersyukur atas adanya bantuan ini,” ujarnya.
Baca Juga:ESDM Klaim B50 Aman untuk Kendaraan Bermotor, Benarkah?Restrukturisasi Utang Whoosh Berikan Untung Rp800 M per Tahun, Benarkah?
Program tersebut merupakan bagian dari target nasional penyaluran 25.000 unit becak listrik hingga 2026. Pada tahap awal, distribusi diprioritaskan untuk Pulau Jawa dengan sekitar 10.000 unit telah disalurkan.
Becak listrik yang diterima para pengayuh bukan sekadar kendaraan untuk menggantikan tenaga kaki.
Menurut teknisi Pindad, Andi, kendaraan tersebut menggunakan baterai yang membutuhkan waktu pengisian sekitar empat jam. Dalam kondisi penuh, becak mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.
Kapasitas angkutnya mencapai 150 kilogram atau sekitar dua penumpang.
Penerima juga memperoleh garansi unit, layanan servis serta penggantian suku cadang selama satu tahun. Pengisian baterai dapat dilakukan sendiri di rumah.
Menariknya, para pengayuh tak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Setelah mendapatkan pengarahan, mereka langsung mencoba kendaraan tersebut dan mengaku cukup cepat terbiasa.
Bagi Aos, teknologi sederhana itu kini punya arti besar.
Di usianya yang sudah 59 tahun, ia masih ingin terus bekerja. Namun, ia tak ingin lagi mengorbankan tenaga yang semakin terbatas hanya untuk membuat roda becaknya berputar.
Kini pedal bukan lagi satu-satunya jalan untuk mencari rezeki. Cukup putar gas, becak melaju, dan harapan untuk tetap bekerja pun kembali menyala. (Hen)
