JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus berupaya menggenjot sektor pariwisata di Jawa Barat. Salah satunya dengan perbaikan data wisata.
Perbaikan data wisata itu diupayakan bisa terintegrasi, baik dari pemerintah daerah di tingkat kota/kabupaten, pelaku usaha hingga ke tingkat objek-objek wisata di Jawa Barat.
Upaya itu juga bagian dari mengejar catatan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) 2026. Pemprov punya harapan bisa pada posisi terbaik terkait IPKN di 2026 ini.
Baca Juga:Bukan Hanya Destinasi Wisata, Wisawatan ke Bandung Dipicu Bisnis hingga Urusan KeluargaPoltekpar NHI Bandung Dapat Mock-Up Room, Cara Baru Cetak Talenta Pariwisata
IPKN merupakan indikator strategis yang konsepnya mengadopsi standar global, yaitu Travel & Tourism Development Index (TTDI) dari World Economic Forum. “2024 lalu Jabar ada di peringkat 21, nah kali ini targetnya bisa terbaik,” kata Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan, Selasa (8/9/2026).
Iendra melanjutkan, untuk mencapai hal itu Disparbud tentu tak bisa sendiri. Namun perlu kolaborasi dari berbagai pihak.
Bagi Iendra, IPKN adalah alat transformasi. “Data yang kuat akan mendukung gerak Jawa Barat lebih cepat dan efisien,” cetusnya.
Iendra menambahkan, pihaknya sendiri juga telah memulai terkait transformasi dan perbaikan data pariwisata itu. Yakni dengan dihadirkannya Platform Repositori Pariwisata Jawa Barat.
Yaitu sebagai pusat data digital yang menyediakan informasi pariwisata secara akurat, mutakhir, terintegrasi, dan mudah diakses untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata serta investasi daerah.
Sistem tersebut dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan dapat diakses publik. Sistem tersebut juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor karena pembangunan pariwisata melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga statistik, pelaku usaha, komunitas, asosiasi, dan masyarakat. (son)
