KBM Tetap Tatap Muka di Tengah Abu Vulkanik, Ini Imbauan Disdik KBB

KBM Tetap Tatap Muka di Tengah Abu Vulkanik, Ini Imbauan Disdik KBB
Ilustrasi: Sejumlah anak mengenakan masker saat beraktivitas di tengah paparan debu. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap berjalan secara tatap muka di tengah paparan abu vulkanik Anak Krakatau.

Namun demikian, sekolah diminta membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB Edy Syafrudin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah menghadapi dampak paparan abu vulkanik.

Baca Juga:Bupati KBB Imbau Warga Tetap Tenang di Tengah Paparan Abu VulkanikTerpaan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Kekhawatiran Warga, Kualitas Udara Bandung Tercatat Sedang

“Untuk kebijakan tetap sekolah tatap muka, tidak pembelajaran jarak jauh. Ada pembatasan aktivitas di luar ruangan untuk mencegah kualitas udara yang kurang baik,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Edy menegaskan, kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik tetap menjadi prioritas.

“Karena itu, sekolah sudah kita minta melakukan sejumlah langkah pencegahan, terutama bagi warga sekolah yang harus beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

Ia menambahkan, siswa dan guru pun diimbau menggunakan masker serta kacamata apabila terpaksa harus berada di luar ruangan.

“Penggunaan perlindungan penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan,” katanya.

Selain itu, warga sekolah juga diminta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi abu yang menempel pada tubuh maupun pakaian.

“Segera cuci muka dan badan setelah dari luar ruangan. Pantau terus informasi resmi dari sekolah atau instansi terkait dan hindari hoaks,” ujarnya.

Baca Juga:Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Pemprov Jateng Siapkan Jalur Alternatif Kafilah MTQImbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 14 Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Dibatalkan 

Edy juga meminta pihak sekolah dan orang tua untuk terus memperhatikan kondisi kesehatan siswa selama aktivitas pembelajaran berlangsung. Apabila muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, penanganan medis perlu segera dilakukan.

“Segera ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan serius lainnya,” katanya.

Edy juga mengimbau seluruh warga sekolah tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Perkembangan kondisi akan terus dipantau dengan mengacu pada informasi resmi dari instansi terkait,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar