Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 14 Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Dibatalkan 

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 14 Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Dibatalkan 
Petugas Avsec melakukan patroli di samping papan informasi penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (7/9/2026). Sebanyak 14 penerbangan yang terdiri dari tujuh keberangkatan dan tujuh kedatangan dibatalkan akibat meluasnya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan tersebut berdampak terhadap 1.365 penumpang. Bandara Internasional Husein Sastranegara ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Imbas meluasnya abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, sebanyak 14 penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (7/9/2026) resmi dibatalkan.

General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W Hindrawna mengatakan pembatalan tersebut meliputi sejumlah rute penerbangan domestik baik yang menuju maupun ke Kota Bandung.

“Data di 7 September 2026 ada 14 flight yang dibatalkan, 7 keberangkatan dan 7 kedatangan. Untuk yang kedatangan itu yang ke Palembang (Bandara) Kualanamu, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Pangandaran, dan Halim. Itu semua yang akan menuju ke Bandara Husein Sastranegara Bandung dibatalkan. Begitu juga yang akan diberangkatkan menuju Palembang, kemudian menuju Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Kualanamu, Halim, dan Pangandaran dengan total penumpang yang terdampak itu 1.365 penumpang,” ucapnya, Senin, (7/9).

Baca Juga:Bandara Husein Layani 1.200 Penumpang per Hari, Penerbangan Internasional DisiapkanTunjukan Tren Positif, 15 Ribu Lebih Penumpang Berkunjung ke Jabar Lewat Bandara Husein Sastranegara

Granito mengatakan, kebijakan ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Ia menyebut pembatalan sebanyak 14 rute penerbangan di Bandara Husein pada hari ini, dikarenakan semakin meluasnya abu vulkanik dari erupsi gunung Anak Krakatau yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

“Sampai dengan hari ini kita sudah menerbitkan NOTAM Aerodrome Closed itu sampai dengan jam 18.00 WIB,” katanya.

Sementara itu, Granito mengungkapkan untuk penanganan penumpang, pihak bandara memberikan recovery berupa air minum dan snack serta berkoordinasi dengan maskapai untuk proses refund dan reschedule (pengembalian dan jadwal ulang).

Saat ini otoritas bandara, kata dia, masih menunggu hasil paper test dari tim meteorologi untuk memastikan kualitas udara.

“Jika (nanti) dinyatakan hasilnya positif itu berarti masih ada volcanic ash, tapi kalau negatif berarti sudah tidak ada. Once kita mendapatkan hasil negatif, mungkin kita akan bisa segera melakukan pembersihan,” imbuhnya.(San).

0 Komentar