Tekanan yang terlalu kuat dapat merusak material penyaring sekaligus membuat partikel halus kembali beterbangan dan berisiko terhirup.
3. Bersihkan Kondensor AC dengan Air Mengalir
Selain filter kabin, kondensor AC juga perlu diperiksa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik.
Kondensor umumnya berada di bagian depan kendaraan, berdekatan dengan radiator.
Posisi tersebut membuat komponen ini relatif mudah terkena debu, kotoran, dan abu dari lingkungan sekitar.
Pembersihan sebaiknya dilakukan menggunakan air mengalir dengan tekanan sedang.
Baca Juga:Jangan Lupa! Apply Lamaran Rekrutmen KAI 2026 Dibuka Mulai Hari iniBandara Kertajati Siap Jadi Alternatif Penerbangan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Cara tersebut dapat membantu mengangkat partikel abu yang menempel pada sirip kondensor tanpa memberikan tekanan berlebihan pada komponen.
Hindari membersihkan abu dalam kondisi kering dengan cara menyapu atau menggosok permukaan kondensor.
Sifat abrasif abu vulkanik berpotensi membuat permukaan dan sirip aluminium mengalami goresan atau kerusakan.
4. Jangan Menunda Pemeriksaan Setelah Terpapar Abu Vulkanik
Kendaraan yang cukup lama berada di wilayah terdampak abu vulkanik sebaiknya mendapatkan pemeriksaan lebih menyeluruh.
Selain sistem AC, bagian lain seperti ruang mesin, filter udara, celah bodi, kaca, dan komponen lain yang terbuka terhadap lingkungan juga perlu diperiksa dan dibersihkan.
Jangan menggunakan metode pembersihan yang justru membuat abu kembali beterbangan.
Sebisa mungkin gunakan air untuk membantu mengikat dan mengangkat partikel abu dari permukaan kendaraan.
Jika setelah terpapar abu AC mulai mengeluarkan suara tidak normal, hembusan udara berkurang, muncul bau yang tidak biasa, atau pendinginan tidak lagi optimal, pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada komponen yang terdampak.
5. Utamakan Keselamatan Saat Hujan Abu
Baca Juga:Viral Kendaraan Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Arti dan Aturannya Lowongan Pertamina Patra Niaga Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Perawatan kendaraan memang penting, tetapi keselamatan pengendara tetap menjadi prioritas utama ketika abu vulkanik menyebar.
Jika kondisi abu terlalu pekat, jarak pandang menurun drastis, atau terdapat imbauan untuk menghindari perjalanan di wilayah terdampak, sebaiknya kendaraan tidak digunakan sementara waktu.
Paparan abu vulkanik bukan hanya berpotensi mengganggu kendaraan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu visibilitas di jalan.
Dengan mengaktifkan sirkulasi udara dalam, memeriksa filter kabin, membersihkan kondensor dengan cara yang tepat, serta menghindari berkendara ketika kondisi terlalu berbahaya, risiko gangguan pada AC mobil dan komponen kendaraan lainnya dapat diminimalkan.
