Meski demikian, situasi tersebut tetap menjadi pengingat penting bagi pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kualitas udara.
Terlebih, PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat bertahan di udara dan terhirup hingga masuk lebih jauh ke dalam sistem pernapasan.
Aktivitas masyarakat di luar ruangan juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara. Apabila konsentrasi partikulat mengalami peningkatan, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga:Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 14 Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Dibatalkan BIJB Kertajati Jadi Alternatif Penerbangan Buntut Erupsi Anak Krakatau
”Arah angin dari barat perlu diwaspadai karena berpotensi membawa sebaran abu vulkanik yang tidak jauh dari wilayah Kota Bandung. Sebagai perbandingan, kondisi udara di Jakarta dan Bekasi saat ini sudah dikategorikan tidak baik,” katanya
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak mudah mengambil kesimpulan mengenai penyebab perubahan kualitas udara hanya berdasarkan kondisi langit atau munculnya kabut dan debu.
Pemantauan dari instansi terkait menjadi penting untuk membedakan antara partikulat yang berasal dari aktivitas perkotaan, kondisi cuaca, maupun kemungkinan material vulkanik.
Di sisi lain, DLH Kota Bandung juga dituntut untuk memastikan informasi kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka dan berkala kepada masyarakat.
Terlebih di tengah perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, informasi yang cepat dan akurat diperlukan agar masyarakat tidak diliputi kepanikan maupun mengabaikan potensi risiko apabila kualitas udara benar-benar mengalami penurunan.
Untuk sementara, berdasarkan pemantauan DLH Kota Bandung, kualitas udara berada dalam kategori sedang dengan indeks 86 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 28 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut masih perlu dipantau secara berkelanjutan, terutama melihat dinamika cuaca, arah angin, serta perkembangan aktivitas vulkanik yang berpotensi memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah sekitarnya. (Dam)
