JABAR EKSPRES – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati jadi alternatif pengalihan penerbangan buntut erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah pesawat sudah mendarat di Bandara yang ada di Majalengka itu.
Direktur PT BIJB, Ronald Sinaga, menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta terkait kemungkinan pengalihan penerbangan ke Kertajati.
Peluang pengalihan penerbangan tersebut muncul setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Penutupan dilakukan menyusul terdeteksinya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga:Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif Penerbangan Imbas Erupsi Gunung Anak KrakatauNasib BIJB Kertajati Diproyeksikan Jadi Kawasan Industri Pertahanan
Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26, operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.
“Kalau untuk hari ini belum ada update ya, belum ada NOTAM, ” terangnya, Senin (7/9).
Sementara pada Minggu (6/9), setidaknya ada dua pesawat yang sudah dialihkan ke Kertajati. Yaitu Penerbangan GA 961 Rute : MED – CGK dan GA 983 Rute : JED – CGK. Terkait pemindahan itu, pihak Garuda Indonesia juga telah menyiapkan 15 armada bus untuk mengangkut para penumpang.
Ronald menegaskan bahwa secara prinsip pihaknya juga siap untuk menyambut pengalihan penerbangan. Karena secara infrastruktur, bandara itu cukup memadai.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga menginstruksikan bahwa para staf Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melayani penumpang di Bandara Kertajati, termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orangtua.
“Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati,” Senin (7/9). (son)
