Sementara itu, instalasi budidaya ikan diarahkan pada pemanfaatan limbah organik sebagai bahan pakan. Program tersebut sekaligus mengenalkan budidaya ikan skala rumah tangga kepada masyarakat.
Dievaluasi Setiap Dua Bulan
Untuk memastikan program berjalan efektif, Tim PPM ITB melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap dua bulan.
“Evaluasi dilakukan untuk mengetahui efektivitas teknologi yang diterapkan, tingkat partisipasi masyarakat, sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul selama pelaksanaan program,” ujarnya.
Baca Juga:Dapur SPPG Bojonggambir Meledak, Tiga Orang Alami Luka BakarShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp100.000 untuk Pengguna
Melalui pendekatan tersebut, ITB berharap pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan menuju TPA.
Sampah organik diharapkan dapat diolah sedekat mungkin dengan sumbernya sehingga volume sampah yang harus dibuang ke TPA dapat ditekan.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat agar terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kondisi lingkungan perkotaan.
“Dengan penerapan teknologi tepat guna dan keterlibatan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada persoalan membuang sampah, tetapi berkembang menjadi sistem pengolahan yang menghasilkan manfaat kembali bagi lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.
