Persib Tak Bisa Main di Si Jalak Harupat, Rumput Masuk Masa Pemeliharaan FIFA

Siap Sambut Pembukaan Piala Presiden 2026, Persiapan Si Jalak Harupat Masuki 95 Persen
Persiapan Stadion Si Jalak Harupat Capai 95 Persen, Pemkab Bandung Siap Sambut Pembukaan Piala Presiden 2026. Foto Diskominfo
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persib Bandung dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, untuk pertandingan BRI Super League pada 6 September 2026.

Stadion tersebut kini memasuki masa pemeliharaan sebagai persiapan menghadapi FIFA Asian Cup 2026.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan pemeliharaan dilakukan setelah pertandingan Persib pada 31 Agustus 2026.

Baca Juga:Tembus 10 Juta Views! “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Viral di Shopee 9.9Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXI

“Intinya mah kita tetap bahwa Si Jalak Harupat sebelum perhelatan tanggal 19 September 2026 akan dilakukan pemeliharaan rumput pasca pertandingan Persib tanggal 31 kemarin,” kata Dicky, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, setelah pertandingan tersebut, FIFA telah melakukan sejumlah perbaikan terhadap kondisi rumput lapangan. Karena memasuki masa pemeliharaan, SJH untuk sementara tidak diperkenankan digunakan untuk pertandingan apa pun, termasuk BRI Super League.

“Setelah tanggal 31 dan hari ini FIFA sudah melakukan perbaikan-perbaikan rumput, Si Jalak Harupat tidak diperkenankan digunakan untuk pertandingan apa pun, termasuk BRI Super League,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Persib tidak diperkenankan menggelar pertandingan di SJH pada 6 September. Dicky menegaskan keputusan tersebut bukan berasal dari Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Jadi Persib tidak diperkenankan tanggal 6 bermain di Si Jalak Harupat karena sudah masa pemeliharaan untuk menjelang FIFA Asian Cup,” katanya.

Dicky juga meluruskan isu yang menyebut Pemkab Bandung menjadi pihak yang melarang Persib bermain di SJH. Menurut dia, keputusan tersebut ditetapkan oleh FIFA dan PSSI dan sudah disampaikan kepada Persib.

“Jadi bukan kita yang memutuskan, tapi langsung dari FIFA dan PSSI-nya. Dan itu pun sudah disampaikan ke Persib,” ucap Dicky.

Baca Juga:Dari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke WargaMengenal Indriyani Rachman, Ph.D.: Merajut Pengetahuan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Dia menegaskan, Pemkab Bandung tidak menolak penggunaan SJH oleh Persib. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari persiapan stadion untuk agenda FIFA Asian Cup.

“Jadi bukan pemda. Isu-isu digoreng oleh Viking, oleh Bobotoh, jadi bukan menolaknya bukan Persib ditiup (ditekan) oleh Pemkab, ya. Tapi itu mah sudah ditetapkan melalui FIFA dan PSSI,” ujarnya.

Saat ini, pemeliharaan yang dilakukan berfokus pada kualitas rumput lapangan. Dicky menyebut sejumlah pekerjaan dilakukan, mulai dari pemadatan hingga penguatan akar rumput.

0 Komentar