JABAR EKSPRES – Isu miring yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila yang bernarasikan dugaan pelecehan seksual terhadap sekretaris pribadinya (Sekpri) kian ramai jadi perbincangan publik.
Dalam hal ini Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mulai buka suara mengenai isu miring yang tengah menyeret nama wakilnya itu.
“Selaku Bupati Sumedang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat,” katanya pada Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:Komandan Wingdik 600/Pembekalan Berganti, Bupati Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Sinergi dengan TNI AUTembus 10 Juta Views! “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Viral di Shopee 9.9
Politisi Partai Gerindra tersebut meminta, agar semua pihak untuk menahan diri sampai hasil investigasi dari tim khusus yang dibentuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, keluar.
Akan tetapi, teruntuk masyarakat Sumedang, Dony menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang tidak pasti ini. Dia mengaku telah bertemu dengan kedua pihak.
“Saya memahami bahwa situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” bebernya.
Terkait Dony yang telah menemui pihak Fajar serta pihak yang dinarasikan sebagai korban, Bupati Sumedang mengaku telah mendapatkan penjelasan yang gamblang.
Hal ini berkaitan dengan posisinya sebagai kepala daerah dan kepala pemerintahan yang memastikan proses mencari kebenaran tetap berjalan dengan tetap melindugi hak dan martabat setiap pihak untuk diperlakukan secara adil.
“Kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan,” ujar Bupati Sumedang.
Meski demikian, Dony tidak bisa menyimpulkan. Dia mengajak semua pihak untuk tidak berasumsi sendiri sebelum hasil investigasi muncul.
“Saya memahami masyarakat membutuhkan penjelasan, tapi penjelasan yang bertanggung jawab dan tidak membuat kesimpulan,” ucapnya.
Baca Juga:Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXIDari Kesehatan hingga Pengentasan Kemiskinan, Inilah Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga
Dony menjelaskan, dalam hal ini sebagaimana arahan Gubernur Jabar, agar semua pihak dimint untuk menahan diri dan tidak berasumsi pribadi atau berstatement sendiri, sebelum adanya hasil resmi dari tim investigasi yang telah dibentuk oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM).
“Kami menghormati dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh tim investigasi untuk bekerja secara objektif. Kami meyakini tim akan bekerja profesional guna menghasilkan keputusan yang objektif dan transparan,” jelasnya.
Di tengah isu yang tengah ramai diperbincangkan ini, Dony Ahmad Munir memastikan bahwa pemerintahan di Kabupaten Sumedang tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat juga normal.
