Farhan mengatakan pemerintah akan berupaya menjaga kondisi komoditas ayam agar tetap tersedia dan harganya tidak semakin membebani masyarakat.
“Jadi kita akan upayakan supaya ayam bisa terjaga. Insyaallah kalau berhasil,” katanya.
Pemkot Bandung kini menunggu hasil penelusuran terhadap rantai distribusi ayam tersebut. Pemerintah berharap persoalan yang terjadi di tingkat hulu dapat diketahui sehingga langkah intervensi terhadap harga maupun distribusi bisa dilakukan dengan lebih tepat.
Baca Juga:Harga Ayam Negeri di Bandung Terus Naik, Pedagang dan Pembeli Mulai MengeluhHarga Daging Ayam di Bandung Tembus Rp42 Ribu, Pedagang Keluhkan Dampak MBG
Bagi masyarakat Bandung, persoalan harga ayam bukan sekadar soal naik-turunnya harga komoditas di pasar. Ayam menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang selama ini relatif terjangkau.
Karena itu, jika harga bertahan di atas Rp40.000 per kilogram, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga berpotensi semakin besar, terutama bagi masyarakat yang menjadikan ayam sebagai menu protein sehari-hari. (Dam)
