“Karena buat OTW Break Out Day, musik bukan cuma soal siapa yang tampil di atas panggung. Ini tentang siapa yang datang, siapa yang ikut bernyanyi, dan momen apa yang akhirnya tercipta bersama,” bebernya.
Tak hanya itu, Tries juga menjelaskan jika OTW Break Out Day dirancang untuk memberikan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan ketertiban. Sehingga, pihak panitia pun membatasi tiket hanya sebanyak 4.000 lembar.
“Tiket di seluruh kota penyelenggaraan berhasil sold out. Penonton juga difasilitasi untuk berinteraksi langsung dengan talent/KOL melalui kegiatan seperti backstage tour,” bebernya.
Baca Juga:Rampung di Semarang, 4 Kampus Terbaik Siap Mengguncang Campus League Badminton Fase The Nationals BandungSemarakkan HUT ke-81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Dorong Kesadaran Jaminan Sosial Pekerja
“Ya, teman-teman IO itu kita paksa mereka untuk menghitung secara ukuran space spesifik berapa yang nyaman gitu. Jadi kita, berharap g jangan sampai mereka (penonton) menikmatinya dengan sempit-sempitan, kita enggak mau seperti itu gitu. Karena kita pengin berbicaranya kualitas juga.”
“Gelaran festival musik Breakout Day di tiga kota (Cianjur, Cirebon, dan Tasikmalaya) ini bisa disebut mengusung konsep tempat ruang pelepasan penat (escape space) bagi para penikmat musik, khususnya generasi Gen Z, dari kejenuhan rutinitas sehari-hari. Jadi harus dibuat nyaman,” tandasnya.
Vokalis Kata Swara, Alfi Nurul Azmi, mengaku bangga sekaligus tertantang didapuk menjadi band penutup sebagai tuan rumah. “Kami harus menjadi tuan rumah yang baik dan menyuguhkan penampilan yang memuaskan penampir musik Tasik,” ujarnya.
Konsep Escape Space & Tiket Sold Out
Mengusung konsep ruang pelepasan penat (escape space) bagi generasi Gen Z dari kejenuhan rutinitas, panitia memprioritaskan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan arena. Luas area dihitung secara presisi dan kuota tiket dibatasi sebanyak 4.000 lembar demi menjaga kualitas acara.
“Hasilnya, tiket di seluruh kota ludes terjual (sold out). Penonton bahkan memanjakan diri lewat fasilitas backstage tour untuk berinteraksi langsung dengan para talent,” terangnya.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh band asal Bandung, Alkateri. Vokalis Alkateri, Sauzan (Fauzan Ghifari), mengaku terkesima melihat perkembangan antusiasme pendengar di Tasikmalaya.
“Seru dan menyenangkan! Ini keempat kalinya kami ke Tasik. Pertama kali dulu cuma ditonton 10–15 orang, tapi tadi lihat teman-teman ternyata hafal lagu-lagu kami. Impact festival ini luar biasa bikin karya kami makin dikenal,” ungkap Sauzan antusias.
