Potensi tersebut antara lain tercermin dari tingkat konsumsi keju per kapita di Asia yang masih relatif rendah, berkisar dibawah 1 kilogram per orang dibandingkan Eropa, yang mencapai diatas 20 kilogram per orang. Kondisi tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pertumbuhan kategori keju di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi terhadap investasi dan pengembangan fasilitas produksi MBR di Kabupaten Sumedang. Menurutnya, investasi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat daerah.
“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik investasi yang masuk dan memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui kolaborasi Garudafood, MBR, dan Bel,” tutur Dony.
Baca Juga:Jelajahi Kuliner Legendaris Bandung dalam Satu Destinasi di Festival Kuliner BandungKemarau Ekstrem Melanda, Tempo Scan Salurkan 640 Ribu Liter Air Bersih ke 40 Titik di Indonesia
Senada dengan itu, Direktur Utama Garudafood dan Komisaris Utama MBR Hardianto Atmadja menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bel dalam menjalin kemitraan strategis jangka panjang bersama Garudafood dan MBR di Indonesia.
“Kehadiran Bel menunjukkan bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bel atas kepercayaan yang diberikan dengan memilih Garudafood dan MBR sebagai mitra strategis jangka panjang di Indonesia. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi MBR dan semakin memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan, baik di pasar domestik maupun regional,” ujar Hardianto Atmadja.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja menambahkan bahwa kolaborasi tersebut memadukan pemahaman pasar lokal dengan keahlian global untuk memperkuat daya saing industri keju Indonesia.
“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel. Kami percaya sinergi ini akan membuka babak baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global. Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” tambah Dede Patmawidjaja.
