Bandung Marketing Week 2026 Bahas Strategi Menang di Era AI, Dihadiri Pelaku Industri dan Pemerintah

Bandung Marketing Week 2026 Bahas Strategi Menang di Era AI, Dihadiri Pelaku Industri dan Pemerintah
Bandung Marketing Week 2026 Bahas Strategi Menang di Era AI, Dihadiri Pelaku Industri dan Pemerintah
0 Komentar

Sementara sesi “Unlocking Market Through AI” menghadirkan Oki Jatmiko, Vice President of Asset Partnership and Existing Commercial Development PT Kereta Api Indonesia (Persero), yang mewakili Space by KAI.

Berbagai sesi lainnya juga menghadirkan praktisi dari sejumlah sektor, seperti Indra Pratama Wicaksono, Campaign, Experience and CRM Manager Paskal 23; Jupaka, Serialpreneur dari Birth Beyond, Kick Avenue, UNERD, dan PreppStudio; Setyo Hariyanto, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar; serta Dr. Irwan Triherda Permana, ST, MM, Assistant Vice President bjb University.

Turut hadir Dhea Febrina, Founder Klab Serru! dalam Diplomat Success Challenge Session 17; Ingram Lumanta, Associate Vice President Marketing & Sales Primacom Interbuana; Harris Naga Putra, Country Growth Director Insider One; Bayu Herdian, Non Branch Customer Business Development Officer Bank Syariah Indonesia; Ratri Adityarani, Corporate Secretary & Compliance PT Alkindo Naratama Tbk; Inez Paramaswasti, Head of Operation ZAP Clinic; serta Hafizh Akmal, CEO GITS.ID.

Baca Juga:Bayi Prematur Menjemput Harapan, Perawatan Tak Berhenti Setelah Keluar dari NICUKomunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung

Farhan Ungkap Potensi Ekonomi Bandung

Dalam sesi “Duo Great Marketeers of Bandung”, Wali Kota Bandung M. Farhan turut membagikan pengalamannya mengenai keberhasilan sebuah inisiatif ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Menurut Farhan, strategi berbasis pengalaman pengunjung dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan ketika dikemas dengan tepat.

“Hasilnya luar biasa. Dari tanggal 3 sampai 9 Agustus, sehari bisa didatangi 3.000 pengunjung, dengan total lebih dari 22.000 pengunjung selama acara. Sebanyak 7.634 kantong terjual, termasuk 19 ton teh. Padahal tempatnya sederhana, tanpa AC, dengan pencahayaan seadanya — jauh berbeda dari venue mewah seperti Hotel Mason Pine. Tapi justru di situ terbukti, kalau tempatnya nyaman, hasilnya bisa jauh lebih besar,” ujar Farhan, mencontohkan penyelenggaraan Big Bad Wolf Book Sale di Kota Baru Parahyangan (KBP).

Farhan juga menyoroti sektor kuliner yang menjadi salah satu kekuatan Kota Bandung. Geliat industri kuliner dinilai masih memiliki daya tarik besar bagi wisatawan sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal.

Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan melalui inovasi serta penciptaan pengalaman yang relevan bagi masyarakat dan wisatawan.

0 Komentar