Semangat kolaborasi menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.
“Transformasi ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan atau teknologi. Dibutuhkan ekosistem yang memungkinkan pemerintah, industri, dan akademisi untuk belajar dan berinovasi bersama,” menjadi semangat yang tercermin dalam penyelenggaraan forum tersebut.
Bagi SBM ITB, penyelenggaraan Industrial Summit 2026 sejalan dengan komitmen untuk memperkuat peran sekolah bisnis sebagai penghubung antara knowledge, business, government, and society.
Baca Juga:bank bjb Buka Early Access Jersey PERSIB 2026/2027, Hadirkan Akses Eksklusif bagi NasabahKepala Otorita IKN Terima Kunjungan Suharso Monoarfa di KIPP Nusantara
Forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang pertukaran gagasan, tetapi juga membuka peluang lahirnya kolaborasi yang dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi, dan komunitas inovasi, transformasi ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih adaptif sekaligus mampu mendorong pertumbuhan yang inovatif dan berkelanjutan.
Selain Industrial Summit 2026, rangkaian kegiatan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan The 10th International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) yang mengangkat tema “Reimagining Global Markets: Embracing Humanities for Sustainable Business.”
Melalui dua forum tersebut, SBM ITB kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan antara pemikiran akademik, kebijakan publik, dan praktik bisnis. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing. (*)
