Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan komunitas semata, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang ikut mendorong promosi wisata dan perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
“Saya sekali lagi mengundang, kegiatan ini harus rutin setiap tahun dapat dilaksanakan,” pungkasnya.
Jelajah “Asik ke Tasik” pun diharapkan mampu membuka perspektif baru bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki kekayaan alam yang layak dieksplorasi, sekaligus dijaga. Semakin banyak orang mengenal alam Tasikmalaya, semakin besar pula peluang tumbuhnya sektor pariwisata, ekonomi lokal, dan kesadaran untuk merawat lingkungan.
Baca Juga:Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Terapkan Metode PBL di Desa KepyarPengalihan Status Guru PPPK Diklaim Tak Ganggu Fiskal
Dengan prinsip jaga leuweung, jaga leuwi, jaga lembur, eksplorasi alam tidak sekadar menjadi perjalanan menikmati keindahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga Tasikmalaya tetap hijau, sejuk dan lestari. (Hendi)
