Viral! Dangdutan di Halaman Masjid Ciamis Tuai Kecaman

Tangkapan layar orang bernyanyi dan berjoget di pelataran mesjid di wilayah Dusun Sindangkalangon, Des
Tangkapan layar orang bernyanyi dan berjoget di pelataran mesjid di wilayah Dusun Sindangkalangon, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (tangkapan layar video warga)
0 Komentar

“Lebih menyayangkan lagi, melihat di Medsos itu acara HUT RI tepat di pelataran masjid. Meskipun memang halaman balai dusun itu berdampingan dengan masjid tetap itu tidak adab,” tegas KH Wawan dalam pertemuan tersebut.

Ia juga menyoroti adanya aktivitas warga yang berada di teras masjid ketika pesta dangdut berlangsung, serta aksi sawer terhadap biduan. Kondisi ini dinilai sangat tidak pantas dan menjadi contoh buruk bagi masyarakat.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Kepala Dusun Sindangkalangon, Dani Mulyana, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada umat muslim. Ia mengakui bahwa pernyataannya dalam video yang viral telah menimbulkan keresahan dan menyakiti hati banyak pihak. Dani berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata ke depannya, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Baca Juga:Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Gardu Listrik Pabrik Gula di SingaparnaKorban PHK di Cimahi Tak Dibiarkan Terpuruk, Pemkot Dorong Bangkit Lewat Usaha Laundry

Permintaan maaf tersebut diapresiasi oleh KH Wawan Malik Marwan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparatur pemerintah desa dan masyarakat agar lebih bijak dalam menyelenggarakan kegiatan, terutama yang melibatkan tempat ibadah. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak meniru kegiatan serupa yang dinilai tidak pantas.

Dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf ini, diharapkan persoalan yang sempat memanas dapat segera mereda dan tidak berkembang menjadi konflik horizontal di tengah masyarakat, mengingat Kabupaten Ciamis dikenal sebagai daerah yang kental dengan nuansa religius. “Jangan ditiru acara seperti itu dan ucapan yang tidak pantas,” tegas KH Wawan Malik Marwan mengakhiri pertemuan tersebut. (CEP)

Laman:

1 2
0 Komentar