Perpustakaan Kota Cimahi Tegaskan Komitmen sebagai Ruang Literasi yang Ramah dan Inklusif bagi Difabel

Perpustakaan Kota Cimahi memperkuat komitmen menghadirkan ruang literasi yang ramah, aman, dan inklusif bagi p
Perpustakaan Kota Cimahi memperkuat komitmen menghadirkan ruang literasi yang ramah, aman, dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
0 Komentar

Diah menilai perpustakaan memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif. Menurut dia, aksesibilitas tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut cara petugas memberikan pelayanan kepada setiap pengguna.

Pelayanan, kata dia, perlu dibangun melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, sekaligus menghargai keberagaman kebutuhan para pemustaka.

“Kami ingin setiap anak yang datang ke perpustakaan merasa diterima, dihargai, dan nyaman. Perpustakaan bukan hanya tentang buku dan membaca, tetapi tentang membuka kesempatan, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan ruang bersama. Tidak boleh ada sekat bagi siapa pun untuk belajar dan mendapatkan manfaat dari perpustakaan,” kata Diah.

Baca Juga:Dua Hari Berturut-turut, Api Sambar Rumah Warga dan Lahan Sampah di TasikmalayaHari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, mengatakan kunjungan siswa penyandang disabilitas menjadi pengalaman penting bagi jajaran perpustakaan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna.

Rusli menegaskan, membangun layanan perpustakaan yang inklusif tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas. Prinsip inklusivitas juga perlu diwujudkan melalui budaya pelayanan yang mengedepankan empati, kesetaraan, keramahan, serta kesediaan memahami kebutuhan setiap pemustaka.

“Perpustakaan adalah milik semua masyarakat. Karena itu, tidak boleh ada siapa pun yang merasa bahwa perpustakaan bukan tempat untuk mereka. Anak-anak difabel harus merasa diterima, nyaman, aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta mendapatkan pengalaman literasi di perpustakaan,” ujar Rusli.

Dengan pendekatan tersebut, Perpustakaan Kota Cimahi berupaya menempatkan literasi sebagai hak yang dapat diakses seluruh masyarakat.

“Ruang baca tidak hanya diposisikan sebagai tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai ruang bersama yang memberi kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh, berinteraksi, dan mengembangkan potensinya,” tukasnya. (Mong)

0 Komentar