multi-pihak ini dinilai vital agar program bongkar ratoon berjalan optimal dalam mendongkrak pasokan bahan baku pabrik gula.
“Semoga benih berkualitas mampu membantu petani memperoleh tanaman dengan produktivitas yang lebih baik,” kata Rahmat.
Kehadiran benih berstandar tinggi menjadi kunci utama agar hasil panen tonase tebu dan rendemen gula dapat meningkat drastis.
Baca Juga:Menakar Seni Kepemimpinan Kang Asri dan Filosofi Taktis Lapangan Hijau di Buah Batu CorpsMahasiswa Universitas Negeri Jakarta Terjun Pangkas Kesenjangan Digital di Desa Susukan Kabupaten Serang
Sinergi Hulu-Hilir Menuju Swasembada Nasional
Integrasi antara produsen benih, pemerintah daerah, aparat keamanan, Perhutani, dan pengelola pabrik gula diposisikan sebagai pilar utama akselerasi komoditas tebu Jawa Barat agar semakin terarah.
Penataan rantai pasok dari hulu hingga hilir ini menjadi modal penting dalam mengamankan ketahanan pangan nasional di sektor gula.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan perkebunan untuk mendukung swasembada gula nasional,” kata Rahmat. (**/yan)
