Tidak berhenti di situ, Direktur Utama juga melaksanakan inspeksi ke Gudang Filial Kordon. Di lokasi tersebut, ia mengecek kualitas fisik beras, kebersihan gudang, sistem penyimpanan, sirkulasi stok, serta kesiapan sarana pendukung. Tujuannya jelas: memastikan mutu beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
“Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang BULOG diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.
Menurut Rizal, kolaborasi antara pemerintah, BULOG, pelaku usaha penggilingan, serta dukungan aparat keamanan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Ia berharap komunikasi yang terjalin dengan para pengusaha penggilingan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, peningkatan kualitas beras nasional tidak hanya bersifat sementara, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan terukur.
Baca Juga:Muradi: Sayembara Begal Dedi Mulyadi Langgar Etika GubernurSITH ITB Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk dan Paving Blok di Desa Sindangsari
Melalui dialog bersama para pelaku usaha penggilingan padi ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang produktif dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga kualitas beras nasional, memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan dan ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan. (bbs)
