JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan berbagai langkah untuk menyukseskan reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara yang ditargetkan kembali beroperasi pada Agustus 2026.
Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah mengintensifkan promosi guna menarik minat maskapai membuka rute penerbangan sekaligus meningkatkan jumlah calon penumpang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, promosi menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional bandara setelah kembali dibuka. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk memastikan investasi yang ditanamkan maskapai penerbangan dapat berjalan optimal.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
“Kami yang pasti akan ikut mempromosikan karena itu bagian dari upaya kami agar investasi yang ditanamkan oleh berbagai macam maskapai itu tidak menjadi sesuatu yang percuma,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (30/7).
Farhan mengatakan, keberhasilan reaktivasi Bandara Husein tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada tingginya tingkat keterisian penumpang (load factor).
Karena itu, Pemkot Bandung akan berupaya membangun antusiasme masyarakat agar kembali memanfaatkan Bandara Husein sebagai pilihan utama untuk bepergian menggunakan transportasi udara.
Ia menilai, promosi yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan maupun membuka trayek baru dari dan menuju Kota Bandung.
Di sisi lain, Farhan mengakui harga tiket pesawat masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Menurutnya, tarif penerbangan yang relatif tinggi berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan transportasi udara, termasuk dari Bandara Husein.
“Karena bagaimanapun juga, harga tiket pesawat sekarang mahal sekali. Perkiraan itu pesawat Garuda yang akan terbang mulai pertama kali ke Bali tanggal 16 Agustus, itu saja harganya sudah antara Rp1,3 juta sampai Rp2,1 juta. Sekali terbang,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis kehadiran kembali Bandara Husein akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian Kota Bandung. Bandara tersebut diharapkan kembali menjadi pintu masuk bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang datang ke Bandung dan Jawa Barat.
Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026
Reaktivasi Bandara Husein juga diyakini dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini bergantung pada pergerakan wisatawan.
