Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed., yang menilai bahwa model pendidikan yang memisahkan agama, sains, dan lingkungan sudah tidak lagi relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Ia menawarkan paradigma pendidikan yang lebih holistik melalui integrasi nilai keagamaan, literasi ekologi, dan kearifan lokal. Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi perlu bertransformasi menjadi living laboratory, yakni ruang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan nilai keberlanjutan secara langsung melalui berbagai aktivitas pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan Riset dan Inovasi Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM), Prof. Dr. Asmak bin Ab Rahman, memaparkan berbagai peluang kolaborasi riset internasional yang dapat dimanfaatkan akademisi Indonesia. Universiti Malaya membuka kesempatan melalui UM Matching Grant, UM Postdoctoral Research Fellowship, serta Research Associate Pathway bagi dosen dan peneliti yang ingin mengembangkan riset bersama di tingkat internasional.
Baca Juga:Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Gladian PANJI TERRA, Cetak Relawan Muda yang TangguhPeduli Bencana Kampung Adat Ciptamulya, BRI Region 9 Bandung Salurkan Bantuan Logistik & Survival Kit Bersama
Selain itu, para akademisi juga didorong memanfaatkan akses publikasi pada 15 jurnal internasional bereputasi serta berpartisipasi dalam proyek buku internasional “Islam and Emerging Technologies” yang diterbitkan Springer Nature. Di akhir pemaparannya, Prof. Asmak mengundang para akademisi Indonesia untuk mengikuti Islamic Studies Research Week (ISRW) 2026 yang akan berlangsung pada 2–6 November 2026 di Kuala Lumpur sebagai upaya memperkuat konsorsium riset regional.
Penyelenggaraan ICON-IMAD XV 2026 menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama APIUM Universiti Malaya dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap berbagai persoalan global. Melalui kolaborasi lintas negara, konferensi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi, publikasi ilmiah bereputasi, serta jejaring riset yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, ICON-IMAD XV 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi para akademisi untuk merumuskan solusi nyata atas tantangan lingkungan, pendidikan, dan kemanusiaan. Semangat eko-teologi, penguatan karakter berbasis kearifan lokal, dan perluasan kerja sama riset internasional diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi Indonesia dan dunia.*
