Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AI

Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AI
Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AI
0 Komentar

“Folklor merupakan bagian penting dari identitas bangsa. Melalui pemanfaatan Artificial Intelligence, kami ingin menghadirkan cara baru yang lebih menarik, inovatif, dan relevan bagi mahasiswa untuk mengenal, melestarikan, sekaligus mempromosikan budaya serumpun Indonesia dan Malaysia kepada masyarakat global,” ujarnya.Menurut Hendry, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan inovasi digital sekaligus memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang menjadi warisan bersama.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Galuh dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra internasional diharapkan mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Ke depan, Universitas Galuh dan UTHM berkomitmen memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Baca Juga:Wabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari KesalahanPGN Area Karawang Edukasi Masyarakat dan Dukung UMKM lewat Pemanfaatan Gas Bumi di Harkopnas

Melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan, Universitas Galuh menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global tanpa mengesampingkan pelestarian budaya lokal. Integrasi teknologi, pendidikan, dan budaya diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing internasional sekaligus memiliki identitas budaya yang kuat.

Laman:

1 2
0 Komentar