Namun, Toteng tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi sekolah. Saat ini, hanya sekitar 15 persen alumni SMAN 1 Nagreg yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Faktor utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga serta mindset sebagian masyarakat yang lebih memilih anaknya bekerja daripada melanjutkan kuliah.
“Banyak orang tua menganggap kuliah mahal. Padahal, UKT sudah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga. Kami akan menggelar rapat orang tua secara rutin, lengkap dengan sesi parenting khusus. Target tahun depan, angka kelanjutan studi naik menjadi 40 persen, baik ke PTN maupun PTS. Kalau memilih SMA, tujuannya harus jelas: melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Toteng.
Sementara itu, Ketua Panitia MPLS sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibnu Lukman Hakim Dekanara, memaparkan jalannya kegiatan. MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 21 Juli 2026, dan diikuti 552 siswa kelas 10 yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. “Hari pertama dibuka oleh Kepala UPTD Dinas Pendidikan Jawa Barat sesuai arahan Gubernur. Kami tekankan nilai Gepura Pancawaluya dan tujuh kebiasaan baik. Hari kedua digelar apel koordinasi dengan Kapolsek Nagreg serta pembekalan dari Binmas TNI-Polri dan Densus 88 Anti-Terror,” jelas Ibnu.
Baca Juga:BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Bandung, Warga Bisa Jajal Teknologi Dual Mode TerbaruGesit dan Super Irit, BYD M6 DM PHEV Kuasai Tanjakan Ciater-Lembang
Berbeda dengan tahun sebelumnya, MPLS 2026 memiliki durasi lebih panjang sehingga materi bisa disampaikan lebih mendalam. Berbagai kegiatan tambahan dilakukan, antara lain asesmen kesehatan gratis, tes minat dan bakat, pengukuran indeks massa tubuh, fleksibilitas, serta tes literasi dan numerasi sesuai arahan kementerian. “Semua ini dilakukan agar sekolah bisa memetakan kebutuhan siswa sejak dini dan memberikan pendampingan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Hingga hari kedua, Kamis (16/7/2026), MPLS berjalan lancar dan penuh antusiasme. Siswa terlihat aktif, ceria, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi pondasi kokoh bagi siswa baru untuk berprestasi, berbudi pekerti luhur, dan mencintai lingkungan selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Nagreg.
Dengan pendekatan yang semakin matang, SMAN 1 Nagreg siap melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan peduli lingkungan. MPLS Ramah-Pancawaluya bukan sekadar masa perkenalan, melainkan investasi awal menuju masa depan gemilang para siswa. (bbs)
