Patungan Rp5 Ribu hingga Rp11 Ribu, Siswa Baru di SMPN 18 Bogor Bawa Tanaman di Hari Pertama Sekolah 

Siswa SMPN 18 Kota Bogor bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan pihak terkait lainnya saat melakukan
Siswa SMPN 18 Kota Bogor bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan pihak terkait lainnya saat melakukan penanaman pohon bersama dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu (15/7/2027). Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

Sebelum iuran untuk membeli tanaman, Adelia menyebut lebih dulu menyampaikan tugas tersebut kepada orang tuanya.

“Aku bilang ke mama kalau besok disuruh patungan buat beli pohon tugas sekolah. Tanmannya itu namanya soka, sama pupuk sama pot. Mama sih bilang boleh, katanya bagus buat belajar soal tanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Hafiz (13) bersama empat teman kelompoknya juga patungan membeli satu tanaman bulu ayam beserta pot. Total harga yang dibayar kelompok Hafiz yaitu Rp25 ribu sehingga masing-masing siswa hanya mengeluarkan Rp5 ribu.

Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan

“Totalnya Rp25 ribu dibagi lima, jadi masing-masing Rp5 ribu. Kita belinya bareng-bareng nyari ke tukang yang jual tanaman, terus disimpah di rumah teman aku jadi yang bawa dari rumah itu teman sekelompok aku itu,” kata Hafiz.

Baginya, kegiatan membawa tanaman itu memberi pengalaman baru sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

“Enggak merasa repot sih. Aku rasa bermanfaat, seneng juga, karena pohon kan bisa menciptakan oksigen yang bersih dan bikin udaranya lebih sejuk,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, kegiatan membawa dan menanam tanaman sengaja dijadikan bagian dari MPLS untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para pelajar sejak hari pertama mereka memasuki jenjang pendidikan baru.

Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi saat ini merupakan dampak dari aktivitas manusia. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak usia sekolah agar generasi mendatang tetap dapat menikmati lingkungan yang sehat.

“Kami ingin anak-anak sebagai pemilik masa depan bisa menikmati kehidupan yang baik dan normal ke depan. Jangan sampai kondisi global warming menjadi global disaster. Penyadaran ini harus muncul juga dari generasi muda,” kata Dedie saat menghadiri MPLS di SMPN 18 Kota Bogor, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, gerakan tersebut tidak akan berhenti sebagai kegiatan simbolis pada MPLS tahun ini.

Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026

Pemerintah Kota Bogor, kata Dedie telah menyiapkan surat edaran agar penanaman pohon menjadi kegiatan rutin setiap awal tahun ajaran baru di sekolah-sekolah, sekaligus memastikan setiap tanaman yang ditanam terus dipantau dan dirawat.

0 Komentar