MANDALIKA – Gelaran sport tourism POCARI SWEAT Run Lombok 2026 sukses digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 11-12 Juli 2026. Ajang ini menarik antusiasme luar biasa dari pelari domestik maupun internasional dengan rute yang memadukan keindahan alam pesisir dan kemegahan sirkuit.
Perputaran Ekonomi Sektor Pariwisata
Acara dua hari ini mengusung konsep Ultimate Dual Experience, meliputi Sunset Run pada 11 Juli serta Sunrise Run pada 12 Juli untuk kategori Marathon, Half Marathon, dan 10km.
“POCARI SWEAT Run Lombok bukan sekadar event olahraga biasa. Tahun ini, 9.200 pelari yang berasal dari 325 kota/kabupaten seluruh Indonesia berpartisipasi, di mana 72% di antaranya datang dari luar Lombok. Momentum yang bertepatan dengan musim liburan ini diperkirakan memberikan dampak perputaran ekonomi lokal yang mencapai ± 95 Miliar Rupiah,” ujar Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati.
Baca Juga:inDrive Terapkan Komisi 8 Peren untuk Layanan Roda Dua Sesuai Regulasi PemerintahOtsuka Group Gandeng RSMM Bogor Luncurkan Program Mental Ease at Workplaces Demi Jaga Kesehatan Mental Pekerja
Dukungan Pemerataan Olahraga dan Sport Tourism
Inisiatif perluasan budaya olahraga di wilayah Tengah dan Timur Indonesia ini mendapatkan apresiasi penuh dari kementerian terkait.
“Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat secara merata terutama melalui konsep Sport Tourism. Lombok sebagai hub yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia adalah langkah strategis untuk menghilangkan batasan geografis dalam berolahraga,” kata Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat.
“Lebih dari sekadar ajang olahraga, event seperti ini mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” sebut Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa.
Kesiapan Infrastruktur NTB Bertaraf Internasional
Dampak positif dari kehadiran ribuan pelari ini dirasakan langsung oleh ekosistem pariwisata daerah melalui lonjakan keterisian hotel dan aktivitas transportasi.
“Sinergi ini tidak hanya mengisi penuh hunian hotel dan menghidupkan UMKM dan transportasi lokal, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa infrastruktur pariwisata NTB sangat siap menyelenggarakan event bertaraf internasional yang masif dan inklusif,” tutur Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal.
“Penyelenggaraan event ini juga menunjukkan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai ajang motorsport berskala internasional, tetapi juga memiliki infrastruktur kawasan yang adaptif untuk mendukung beragam kegiatan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup,” jelas Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation, Troy Warokka.
