JABAR EKSPRES – Komisi III DPRD Jawa Barat menyorot keras kinerja PT Jasa Saran. Pihaknya mendesak agar usaha yang tak produktif atau menguntungkan untuk dihentikan.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana selepas rapat kerja bersama PT Jasa Sarana di DKI Jakarta, Kamis (09/07).
Ia menuturkan, rapat kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berjalan secara sehat, profesional.
Baca Juga:Keluhan Percaloan dan Biaya Tambahan Bayangi Pelayanan SIM, Kinerja Satpas Polrestabes Bandung Jadi SorotanDeklarasi Laskar Biru Warnai HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Kota Bandung Gelar Aksi Bersih Sungai Citepus
Ujungnya juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “BUMD itu sumber PAD,” katanya.
Politikus PKS itu melanjutkan, PT Jasa Sarana perlu mengevaluasi diri. Karena banyak usaha yang dinilai kurang produktif.
“Usaha yang tidak memberikan keuntungan bahkan bikin rugi harus segera dievaluasi. Kalau perlu dihentikan,” ujarnya.
Menurut Jajang, perusahaan perlu lebih fokus mengembangkan sektor usaha yang masih produktif dan memiliki potensi menghasilkan keuntungan agar kondisi keuangan dapat kembali sehat, sehingga tak justru menjadi beban Pemprov.
Bukan hanya itu, Komisi III juga mendorong PT Jasa Sarana untuk melakukan optimalisasi aset melalui pelepasan aset-aset yang tidak produktif atau idle asset. Hasil dari pelepasan aset tersebut diharapkan dapat dialokasikan untuk memperkuat sektor usaha yang memiliki prospek lebih baik.
Menurut Jajang, keberhasilan penyehatan perusahaan tidak hanya bergantung pada strategi bisnis, tetapi juga harus didukung oleh perbaikan tata kelola perusahaan secara menyeluruh. “Manajemen yang baik itu penting,” kata dia.
Komisi III telah mendalami kondisi perusahaan secara menyeluruh, mulai dari nilai aset yang dimiliki, jumlah penyertaan modal, komposisi pemegang saham, hingga kondisi keuangan perusahaan saat ini.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Gelar Razia, Pelanggar Disanksi Mengaji dan Diberi Nasihat tentang NyawaPKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi Sorotan
Terlebih, perusahaan juga masih menghadapi tantangan pada aspek operasional. Pendapatan yang diperoleh setiap tahun belum mampu menutup seluruh biaya operasional sehingga perusahaan masih mengalami defisit sekitar Rp3 miliar per tahun.
Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi keuangan PT Jasa Sarana memerlukan perhatian serius. Aset perusahaan yang sebelumnya bernilai lebih dari Rp1 triliun kini diperkirakan tersisa sekitar Rp500 miliar.
