Penduduk Kota Cimahi Terus Bertambah, Disdukcapil Pastikan Bukan Farktor Urbanisasi

Penduduk Kota Cimahi Terus Bertambah, Disdukcapil Pastikan Bukan Farktor Urbanisasi
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Tri Lospala Candra. Foto: Disdukcapil Kota Cimahi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jumlah penduduk Kota Cimahi masih menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Namun, di balik bertambahnya jumlah penduduk tersebut, laju pertumbuhannya justru terus melambat.

Kondisi ini menjadi indikator bahwa Cimahi mulai memasuki fase kota yang lebih matang (urban mature), di tengah tingginya mobilitas masyarakat sebagai bagian dari kawasan Bandung Raya.

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2023–2025, jumlah penduduk Kota Cimahi meningkat dari 575.519 jiwa pada 2023, menjadi 581.994 jiwa pada 2024, dan kembali bertambah menjadi 584.820 jiwa pada 2025.

Baca Juga:Jelang HUT ke-25 Kota Cimahi, Disdukcapil Perluas Layanan Adminduk Jemput Bola ke MasyarakatDisdukcapil Cimahi Tetap Buka Saat Libur Kenaikan Isa Almasih 2026, Layani Ratusan Dokumen Kependudukan Warga

Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk mengalami perlambatan, dari 1,13 persen pada periode 2023–2024 menjadi 0,49 persen pada periode 2024–2025.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Tri Lospala Candra menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk tersebut bukan didominasi oleh arus urbanisasi, melainkan dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk secara alami.

“Kenaikan jumlah penduduk Kota Cimahi tidak didominasi oleh urbanisasi, melainkan lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk alami, yaitu selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian,” ujar Tri kepada Jabar Ekspres via pesan WhatsApp, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, data migrasi menunjukkan jumlah penduduk yang keluar dari Kota Cimahi setiap tahun justru lebih banyak dibandingkan penduduk yang datang. Kondisi tersebut menyebabkan migrasi neto Kota Cimahi selalu bernilai negatif.

Berdasarkan data Disdukcapil Kota Cimahi, pada 2025 tercatat 5.130 penduduk datang, sedangkan 6.396 penduduk pindah keluar. Pada 2024, terdapat 6.042 penduduk datang dan 6.553 penduduk pindah keluar.

Sementara pada 2023, jumlah penduduk yang datang mencapai 6.239 orang, sedangkan yang pindah keluar sebanyak 6.530 orang.

Meski arus migrasi bersih menunjukkan angka negatif, Tri mengatakan mobilitas masyarakat di Kota Cimahi tetap tinggi. Sebagai kota penyangga Bandung Raya, dinamika perpindahan penduduk masih memberikan dampak terhadap kebutuhan pelayanan administrasi kependudukan.

Baca Juga:Moncer! Layanan Adminduk Disdukcapil Cimahi Nyaris Sempurna, Lampaui Target NasionalTak Semua Harus Serba Online, Cara Disdukcapil Cimahi Bantu Warga Tetap Terlayani

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan penduduk justru menjadi sinyal bahwa Kota Cimahi mulai memasuki fase urban mature, yakni kondisi ketika sebuah kota telah berkembang dengan tingkat kepadatan yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang semakin terkendali.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Cimahi mulai memasuki fase urban mature, yaitu kota yang telah berkembang dengan tingkat kepadatan tinggi dan pertumbuhan penduduk yang semakin terkendali,” tutur Tri.

0 Komentar