Produser Ferdiansyah Rusman berharap film ini mampu menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak muda.
“Melalui film ini, kami ingin menghadirkan cerita tentang bagaimana sosok sederhana seperti Jokowi dapat memberi pengaruh besar bagi anak-anak muda yang pernah bertemu dengannya,” tuturnya.
Baca Juga:Tingkatkan Standar Keselamatan, Tenth Avenue Mall Rutin Gelar Simulasi Kebakaran Dua Kali SetahunDiumumkan Hari ini, Berikut Link Resmi dan Cara Cek Pengumuman SPMB Jabar
Sementara itu, pihak RJ2 Rumah Juang Nusantara dan Baramuda Indonesia selaku inisiator produksi menilai film ini dapat menjadi ruang refleksi mengenai makna kepemimpinan, pengabdian, serta semangat untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.
Film ini sekaligus ingin menyampaikan bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Pertemuan singkat yang mungkin dianggap biasa saja ternyata dapat menjadi bekal yang membentuk karakter seseorang hingga dewasa.
Melalui narasi yang humanis dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, “Jokowi Is Me” diharapkan mampu menjadi lebih dari sekadar tontonan di bioskop. Film ini membawa pesan bahwa nilai-nilai positif yang diwariskan seorang pemimpin dapat terus hidup melalui tindakan dan semangat generasi penerus.
Hingga saat ini, tim produksi masih mempersiapkan berbagai tahapan menjelang proses promosi film. Jajaran pemain, lokasi pengambilan gambar, serta jadwal resmi penayangan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Meski demikian, satu pesan utama yang ingin disampaikan sejak awal tetap sama, yakni bahwa “Jokowi Is Me” bukanlah film biografi tentang Joko Widodo, melainkan kisah anak-anak muda yang menemukan makna hidup melalui inspirasi dari sosok pemimpin sederhana yang pernah mereka temui. (*)
