“Di bawah sampai belakang itu khusus pedagang sayur-mayur, daging, buah-buahan. Masih bisa menampung sekitar 300 pedagang lagi untuk yang dari Pasar Bogor,” kata Ages di Pasar Jambu Dua Bogor, Senin (29/6/2026).
Untuk mempercepat proses relokasi, PT BAM juga masih menggratiskan biaya sewa kios dan los bagi pedagang sayur-mayur selama tiga bulan.
“Bahkan untuk pedagang sayur-mayur saya berikan free tiga bulan. Saat ini masih gratis karena area bawah sudah mulai ramai,” ujarnya.
Baca Juga:Ribuan Massa GEMP4R Dukung Program Strategis Nasional, Wabup Pastikan Pemkab Tasikmalaya Beri DukunganPeringatan HANI 2026 Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba
Di sisi lain, lantai dua Pasar Jambu Dua dikembangkan sebagai kawasan kuliner dengan total 600 kios dan los. Saat ini sekitar 400 tenant telah beroperasi, sementara sekitar 200 kios lainnya telah dipesan dan akan segera ditempati oleh pelaku usaha.
Ages berharap semakin banyak PKL eks Pasar Bogor yang bersedia direlokasi sehingga aktivitas perdagangan di lantai 1 dan kawasan kuliner di lantai 2 dapat saling mendukung.
Dengan begitu, Pasar Jambu Dua diharapkan menjadi pusat perdagangan yang ramai di Kota Bogor, baik untuk berbelanja sembako maupun menikmati aneka kuliner.
“Jadi pasar ini saya yakin pasar di Bogor terbesar untuk pasar basah maupun sentra kuliner. Bisa jadi tempat santainya orang Bogor juga ya di Jambu Dua ini,” tuturnya.
