“Melalui Helaran Pajajaran yang akan kita mulai sejak tahun ini, insyaallah masyarakat Bogor akan lebih memahami budayanya, akan lebih memahami sejarahnya,” tambahnya.
Sebagai identitas baru tersebut, Helaran Pajajaran dikemas berbeda dibandingkan helaran dalam peringatan HJB pada tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya masyarakat disuguhkan kirab yang diikuti kecamatan maupun kelompok masyarakat, kali ini perayaan disajikan dalam bentuk teatrikal berjalan yang mengangkat perjalanan Prabu Siliwangi hingga Kerajaan Pajajaran.
Baca Juga:Diikuti 6.000 Pelari dari 10 Negara Surabaya Green Force Run 2026 Tegaskan Surabaya Destinasi Sport TourismMayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor, Ini Kata Polisi
“Jadi bukan hanya pawai. Biasanya kita kirab satu kecamatan, kemudian ada kelompok masyarakat. Tapi ini adalah sebuah rangkaian cerita tentang perjalanan Prabu Siliwangi, tentang Pajajaran, tentang Pakuan. Itu yang membedakan dari yang lain,” ucapnya.
Adapun Helaran Pajajaran tahun 2026 tersebut diawali dengan arak-arakan dari Jalan Sudirman, tepatnya dari depan Bogor Permai, yang diikuti Wali Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, serta unsur Forkopimda. Rangkaian tersebut turut diiringi penampilan tarian di bagian depan rombongan.
Rangkaian kemudian berakhir di depan kawasan Pusdikzi. Seluruh tamu undangan selanjutnya menyaksikan berbagai penampilan budaya di panggung utama, di antaranya tari “Bogor Nanjeur”, pertunjukan teatrikal Pakuan Pajajaran, serta penampilan seni budaya dari enam kecamatan di Kota Bogor dan empat komunitas budaya, serta sejumlah hiburan.
Helaran Pajajaran 2026 di Kota Bogor dalam rangka perayaan HJB yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai sanggar seni dan komunitas budaya itu pun berhasil digelar dengan sukses dan meriah.
Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi untuk menyaksikan Helaran Pajajaran dengan padatnya kawasan Jalan Jenderal Sudirman sejak sebelum acara dimulai hingga selesai.
