Di sisi lain, GFR 2026 menjadi garis start yang sangat emosional bagi Mattia Nizardo. Pelari asal Padova, Italia ini menjadikan ajang ini sebagai ujian fisik pertamanya setelah sempat menepi dari dunia lari akibat tindakan operasi yang tidak bisa diceritakan pada September tahun lalu.
“Ini kompetisi pertama saya pasca operasi. Selama masa pemulihan kemarin, saya hanya bisa melakukan lari intensitas ringan dua sampai tiga kali seminggu. Jadi, penampilan di Surabaya besok adalah tolok ukur kesembuhan saya, dan saya berharap kami bisa menembus garis finis,” tuturnya.
Persaingan Surabaya Green Force Run 2026 juga semakin menarik dengan hadirnya deretan pelari asal Kenya. Bukan hanya menghadirkan wajah baru, ajang tahun ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pelari untuk kembali mengejar catatan waktu terbaik mereka di Kota Pahlawan.
Baca Juga:Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor, Ini Kata PolisiLibur Masak, Paguyuban Relawan SPPG Tasikmalaya Ajak Mitra Lengkapi Perizinan
Setelah finis sebagai pelari tercepat di half marathon kategori putra pada GFR tahun lalu dengan catatan waktu 1 jam 14 menit 35 detik, Dennis Isika kini kembali ke Surabaya dengan misi yang lebih ambisius.
“Ini sudah ketiga kalinya saya mengikuti GFR. Jadi, saya semakin lebih percaya diri dengan race besok. Saya juga baru dari Bali dan berharap bisa mempertajam catatan waktu saya di GFR,” ungkap Dennis.
Begitu juga dengan Jackline Nzivo. Di edisi sebelumnya, ia sukses menyentuh garis finis dalam waktu 1 jam 26 menit 58 detik, sekaligus menjadikannya sebagai yang tercepat di half marathon kategori putri. Ia pun optimistis mampu memberikan penampilan yang optimal. “Tahun ini, saya lebih percaya diri bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Lebih dari Lari, Pelari Lokal Kejar Mimpi hingga Ajang Reuni
Sesuai dengan tema yang diusung, Surabaya Green Force Run 2026 menjadi ajang bagi para peserta untuk mencari pengalaman lebih dari lari. Misalnya, Kemal Ernanto bersama sang putra, Kensi Atharizz Carnen, harus melewati perjalanan panjang dari Makassar. Ribuan kilometer ditempuh demi mewujudkan momen yang telah lama dinantikan, yaitu bertemu langsung dengan para pemain Persebaya.
Ditemui saat race pack collection (RPC) Jumat lalu (26/6), Kemal menuturkan bahwa dirinya secara khusus sudah membawa dua jersey Persebaya agar bisa ditandatangani. “Kami sampai Surabaya sebenarnya sudah dari dua pekan lalu karena mumpung liburan sekolah. Tapi, Saya dan anak sengaja datang ke sini untuk mengikuti acara fansign. Saya sendiri sebetulnya enggak bisa ikut event larinya karena pernah cedera ACL,” ungkap Kemal.
