JABAR EKSPRES – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyiapkan strategi baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui konsep “Daerah Seribu Event”. Gagasan ini akan diwujudkan dengan memperbanyak penyelenggaraan festival, kontes, perlombaan, hingga agenda berbasis potensi lokal di berbagai kecamatan.
Menurut Cecep, semakin banyak kegiatan digelar, semakin besar pula perputaran ekonomi yang akan dirasakan masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung diyakini akan menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga meningkatkan nilai jual produk lokal.
“Kita ingin Tasikmalaya dikenal sebagai daerah yang hidup dengan berbagai event. Ketika orang datang menyaksikan festival atau kontes, mereka menginap, makan, berbelanja, dan itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Cecep, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga:Diikuti 6.000 Pelari dari 10 Negara Surabaya Green Force Run 2026 Tegaskan Surabaya Destinasi Sport TourismMayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor, Ini Kata Polisi
Cecep mengaku terinspirasi dari keberhasilan Banyuwangi, Jawa Timur, yang mampu membangun citra daerah melalui kalender event yang konsisten hingga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional.
Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya memiliki kekayaan potensi yang tak kalah besar. Mulai dari budaya, kesenian, olahraga tradisional, peternakan, pertanian, hingga keindahan alam yang dapat dikemas menjadi agenda tahunan bernilai ekonomi.
Salah satu contoh yang dinilai sukses adalah Pesta Patok, kontes kecantikan kambing dan domba yang baru digelar dan mendapat sambutan antusias masyarakat. Event tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sektor peternakan sekaligus menjadi hiburan yang menarik wisatawan.
“Kalau basis wilayahnya peternakan, tentu peternak akan mendapat manfaat. Harga ternak bisa ikut terdongkrak karena ada nilai tambah dari event yang diselenggarakan,” katanya.
Tak berhenti di situ, Cecep juga menggagas berbagai event lain seperti kontes sapi, ayam pelung, burung berkicau, ketangkasan burung merpati, hingga kontes Gurame Soang yang menjadi ikon Kecamatan Singaparna.
Ke depan, setiap kecamatan didorong memiliki identitas event sesuai karakter dan potensi wilayahnya. Diantaranya Pesta Patok di Gebu, Festival Silat Galunggung, Festival Tari Kolosal Karangtawulan di kawasan selatan, hingga Festival Batik Sukapura yang ditargetkan berkembang menjadi agenda bertaraf internasional.
Menurut Cecep, kekuatan Tasikmalaya tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam seperti Gunung Galunggung maupun Pantai Selatan. Dibutuhkan agenda yang mampu menjadi magnet kunjungan sehingga wisatawan memiliki alasan untuk datang dan tinggal lebih lama.
