“Kita punya pantai, daerah lain juga punya. Kita punya gunung, daerah lain juga punya. Yang membedakan adalah magnetnya. Magnet itu adalah event. Orang datang bukan hanya menikmati alamnya, tetapi juga menyaksikan festival, budaya, dan berbagai atraksi khas Tasikmalaya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, konsep “Daerah Seribu Event” tidak hanya berfokus pada festival budaya atau kontes hewan ternak. Seluruh potensi daerah akan didorong menjadi daya tarik, mulai dari olahraga tradisional, batik, seni budaya, komoditas pertanian, hingga hasil peternakan.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga akan mengembangkan perpaduan antara keindahan alam dengan potensi hasil bumi melalui konsep agrowisata dan wisata kultural.
Baca Juga:Diikuti 6.000 Pelari dari 10 Negara Surabaya Green Force Run 2026 Tegaskan Surabaya Destinasi Sport TourismMayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor, Ini Kata Polisi
Kawasan pegunungan, perkebunan, persawahan, hingga pesisir selatan dinilai memiliki peluang besar menjadi lokasi festival yang menggabungkan panorama alam, budaya, dan produk unggulan masyarakat.
“Semua potensi yang kita miliki harus menjadi kekuatan. Jadi bukan hanya menjual alamnya, tetapi juga menghadirkan pengalaman melalui berbagai event yang membuat orang datang, tinggal lebih lama, berbelanja, dan akhirnya menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Cecep.
Melalui strategi “Daerah Seribu Event”, Pemkab Tasikmalaya berharap mampu membangun citra baru sebagai daerah yang dinamis, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional. (Hendi)
