Wound Care Center Hadir di Mayapada Hospital Bandung, Solusi Cegah Amputasi hingga Pulihkan Fungsi Tubuh

Wound Care Center Hadir di Mayapada Hospital Bandung, Solusi Modern Cegah Amputasi hingga Pulihkan Fungsi Tubu
Wound Care Center Hadir di Mayapada Hospital Bandung, Solusi Modern Cegah Amputasi hingga Pulihkan Fungsi Tubuh
0 Komentar

“Dengan pendekatan patient-centered care, setiap tahap perawatan dirancang sesuai kondisi klinis, kebutuhan, dan kenyamanan pasien, mulai dari diagnosis, pengendalian faktor penyebab, penanganan luka, rehabilitasi, regenerasi jaringan, hingga pemulihan fungsi dan estetika. Melalui layanan ini, kami membantu mengurangi risiko komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pasien kembali percaya diri dan beraktivitas dengan nyaman,” lanjutnya.

Tak hanya itu, proses perawatan juga didukung oleh kehadiran Wound Care Educator dari tim perawat yang bertugas mendampingi pasien secara berkelanjutan. Peran ini dinilai penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan terarah, sekaligus memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait perawatan luka di rumah.

“Proses perawatan di Wound Care Center juga didukung oleh Wound Care Educator dari tim perawat yang berperan mendampingi pasien secara berkelanjutan, memastikan perawatan berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk perawatan luka di rumah guna mencapai hasil klinis yang optimal,” tambah dr. Irwan.

Baca Juga:Tutup Tur di Bandung, Rafi Sudirman Ceritakan Perjalanan Menemukan Identitas BermusikDugaan Kekerasan Seksual Bocah di Ciampea Terungkap Setelah Pelaku Kirim Video ke Ponsel Orang Tua Korban

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B, mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap luka dapat sembuh dengan sendirinya. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi luka sudah memasuki tahap yang lebih kompleks.

“Tidak semua luka dapat sembuh dengan sendirinya. Pada pasien diabetes dan komorbid lainnya, luka biasa dapat berkembang menjadi luka kronis yang berisiko memicu infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga amputasi. Karena itu, masyarakat harus segera berkonsultasi, jika luka tidak kunjung membaik, bertambah luas, atau menunjukkan tanda infeksi,” jelas dr. Desi.

Menurutnya, penanganan luka harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan luka, pengendalian faktor penyebab, edukasi perawatan mandiri hingga pemantauan proses pemulihan.

“Penanganan luka perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan dan perawatan luka, pengendalian faktor penyebab, edukasi perawatan mandiri, hingga pemantauan proses pemulihan. Hal ini penting untuk membantu mencegah komplikasi yang lebih berat, risiko luka berulang, termasuk risiko amputasi,” katanya.

0 Komentar