Tiga Tahun Hilang Kontak, Keluarga Tak Menyangka Wanita di Bandung Jadi Korban Penganiayaan Kekasih

Tiga Tahun Hilang Kontak, Keluarga Tak Menyangka Wanita di Bandung Jadi Korban Penganiayaan Kekasih
Ilustrasi seorang wanita di wilayah Bandung Timur menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya. Dok. Pixabay
0 Komentar

“Kaget aja. Setahu keluarga, Teteh kerja di Jakarta. Begitu dapat kabar, habis Isya langsung berangkat ke rumah sakit,” tuturnya.

Sesampainya di rumah sakit, keluarga tak kuasa melihat kondisi korban. Luka-luka berat tampak di sejumlah bagian tubuh, terutama wajah dan kepala.

“Muka sudah hancur. Mata kanan infeksi, mata kiri mengecil. Sekarang dua-duanya sudah tidak bisa melihat,” ujar Syahrul.

Baca Juga:Diduga Diculik Selama 3 Tahun oleh Rekan Prianya, Seorang Wanita 29 Tahun Ditemukan Penuh Luka di Rumah SakitKeluarga Bantah Isu Pacaran, Polisi Ungkap Pembunuhan Wanita di Bogor Diduga Terencana

Selain itu, keluarga juga menemukan bekas luka bacokan di kaki, bekas luka bakar yang diduga akibat rokok, hingga sejumlah luka sayatan di bagian kepala dan wajah.

Menurut cerita yang diterima keluarga dari korban, kekerasan yang dialaminya diduga telah berlangsung dalam waktu lama.

“Katanya pernah dibacok, kepala sering dipukul pakai helm, wajah dipukul pakai tangan kosong. Di tangan ada bekas rokok dan di pelipis ada bekas sayatan,” katanya.

Meski demikian, keluarga bersyukur karena kondisi YTT perlahan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif. Sejumlah operasi telah dilakukan untuk membersihkan luka dan infeksi yang dideritanya.

Alhamdulillah sudah dioperasi bagian kepala. Dulu banyak nanah, sekarang sudah dibersihkan. Diajak komunikasi juga sudah bisa walaupun masih kurang jelas bicaranya,” ujar Syahrul.

Di tengah proses pemulihan korban, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera menangkap pelaku dan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Harapan keluarga, kasus ini diusut sampai tuntas. Jangan sampai ada korban lain. Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tegas Syahrul.

0 Komentar