Aksi Pencegahan Destruktif (Kader Anti-Narkoba & Edukasi Kesehatan): Mengingat tren tantangan remaja saat ini, sepanjang 2025 hingga 2026 digalakkan pembinaan kader pemuda anti-narkoba, sosialisasi bahaya merokok, serta program kesehatan reproduksi remaja (seperti integrasi edukasi kesehatan ke dalam organisasi kepemudaan).
Kemitraan Organisasi Kepemudaan & Pramuka: Optimalisasi anggaran hibah guna memperkuat kapasitas kelembagaan serta kepanduan sebagai pilar pendidikan karakter.
II. Bidang Olahraga
Sektor olahraga mencatatkan berbagai lompatan strategis, terutama dalam aspek regulasi penghargaan dan pembinaan atlet difabel maupun non-difabel.
Baca Juga:Warung Sembako Jadi Kedok Peredaran Miras, Polisi Sita 110 Botol Alkohol di Dramaga BogorDiduga Sakit, Pria di Cileungsi Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di dalam Kamar
Penerapan Regulasi Penghargaan Baru: Implementasi kebijakan terkini (seperti Perpres Nomor 12 Tahun 2026 tentang pemberian penghargaan olahraga) yang mengatur standarisasi bonus, secara lebih transparan dan akuntabel.
Penyelenggaraan festival olahraga rekreasi dan tradisional secara berjenjang guna meningkatkan angka kebugaran masyarakat secara umum.
Pengaktifan kembali kompetisi pelajar melalui BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia) dan Pekan Paralimpik Pelajar guna menjaring bibit atlet sejak dini.
Integrasi Sport Science: Dinas Olahraga di berbagai provinsi mulai mewajibkan pemanfaatan teknologi, pemantauan gizi, serta psikologi olahraga dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang demi efektivitas performa atlet di ajang nasional maupun internasional.
“Untuk semua itu tak lupa ucapan terima kasih kepada insan olahraga dan induk olahraga seperti KONI, KORMI, NPCI dan Lainya ,” kata Dani.
Tantangan Digitalisasi dan Kebutuhan Kolaborasi
Meski berbagai program telah berjalan, Disbudparpora Kota Cimahi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan sektor budaya, pariwisata, kepemudaan, dan olahraga.
Dani menyebut keterbatasan sumber daya, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana, serta perubahan pola masyarakat di era digital menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Baca Juga:Polisi Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis di Cileungsi Bogor, 2 Bandar Muda DitangkapJembatan Situ Nanggerang Senilai Rp56 M Segera Dibangun, Pemkab Bogor: Target Rampung Akhir Tahun
“Selain itu, pengembangan sektor budaya dan pariwisata memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dani menegaskan Disbudparpora terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Pemanfaatan teknologi digital dalam promosi dan pelayanan publik juga menjadi salah satu langkah yang dilakukan.
“Bagi Disbudparpora setiap penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas kolaborasi, menghadirkan inovasi program yang lebih berdampak,” cetus Dani.
