Ia mendorong para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta aparatur pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga Ketua RT dan RW untuk bersama-sama mengampanyekan pentingnya pendidikan sejak usia dini kepada masyarakat.
“Gerakan wajib belajar 13 tahun harus menjadi gerakan bersama. Kami mengajak seluruh stakeholder, tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga Ketua RT dan RW untuk aktif mengedukasi dan mengajak orang tua agar menyekolahkan anaknya sejak TK. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan karena kurangnya pemahaman atau informasi,” tegasnya.
Asep menilai investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak anak-anak berada di bangku TK. Dari ruang-ruang kelas itulah lahir generasi yang kelak akan menentukan arah pembangunan daerah dan bangsa.Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tasikmalaya, Retno Widyastuti, memberikan apresiasi kepada IGTKI-PGRI yang telah mengabdi selama 76 tahun dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia melalui pendidikan usia dini.
Baca Juga:Cegah Pelajar Ikut Demo BEM UI, Forkopimcam Cariu Perketat Pengawasan di Jalur Menuju JakartaPertamina Luncurkan Kapal Pintar Berbasis AI, Siap Bersihkan Sampah Laut Secara Otomatis
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru TK yang selama ini menjadi sosok penting dalam proses pembentukan karakter anak.
“Terima kasih kepada seluruh guru TK yang telah mencurahkan kasih sayang, kesabaran, dan dedikasinya dalam mendidik anak-anak. Peran mereka sangat besar dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing,” kata Retno.
Melalui penguatan pendidikan usia dini dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemkab Tasikmalaya berharap program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat bahwa pendidikan TK bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam membentuk kualitas generasi masa depan. (Hendi)
