JABAR EKSPRES – Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi menyalurkan Minyakita melalui program bantuan pangan. Ke depan, seluruh pasokan minyak goreng rakyat tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui jaringan pasar rakyat di berbagai daerah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan langkah tersebut dilakukan agar akses masyarakat terhadap Minyakita semakin mudah dan distribusinya lebih merata.
“Sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakita,” ujar Budi dikutip dari ANTARA, Selasa (9/6).
Baca Juga:Kemenperin Dorong Industri Manufaktur Lebih Agresif Menembus Pasar GlobalTaruna Akpol Angkatan 59 Asah Kemampuan Lapangan di Polres Tasikmalaya
Untuk memastikan ketersediaan produk di lapangan, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan produsen, Perum Bulog, dan ID Food. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan pasokan tetap terjaga.
Budi juga menegaskan bahwa Minyakita bukan merupakan minyak goreng bersubsidi. Produk ini berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO), yakni kewajiban pelaku usaha menyediakan sebagian pasokan untuk kebutuhan pasar dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah tengah mengembangkan skema bantuan pangan yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar.
Komoditas yang mengalami kelebihan pasokan dan tekanan harga di tingkat produsen berpotensi diserap melalui program bantuan pangan pemerintah.
Sebagai contoh, telur dapat dijadikan komoditas bantuan ketika harga di tingkat peternak turun akibat melimpahnya pasokan. Mekanisme serupa juga dapat diterapkan pada komoditas lain, termasuk daging ayam.
Selain melalui bantuan pangan, penyerapan komoditas juga dapat dilakukan lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Budi, kolaborasi tersebut menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu petani dan peternak saat pasar mengalami kelebihan pasokan.“Kemudian juga yang kerja sama dengan MBG ya tidak hanya telur, kebutuhan pokok yang nanti turun, misalnya ayam. Ayam kalau harga turun juga bisa diserap MBG. Jadi sekarang ekosistemnya sudah berjalan dengan baik,” imbuhnya.
